
🌐 JAKARTA || WARTA-JOGJA.COM – Forsi Himmpas Indonesia (Forum Silaturahim Himpunan Mahasiswa Pascasarjana) mengukuhkan komitmennya dalam Aksi Bela Palestina di Patung Kuda. Di hadapan puluhan ribu massa, Forsi Himmpas tidak hanya menyuarakan solidaritas, tetapi juga menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina adalah amanat konstitusional dan kewajiban kemanusiaan yang harus dikawal tuntas.Aksi berlangsung pada hari minggu 12 Oktober 2025.
Solidaritas Akbar dari Misi Kemanusiaan ke Aksi Nyata. Kehadiran Forsi Himmpas diwakili oleh Aminuddin M.E., Ketua Bidang Syiar dan Keummatan, Dede Surahman, M.Pd., Ketua Bidang PSDM serta perwakilan pengurus Forsi dan Himmpas-himmpas di berbagai daerah Indonesia turut membersamai.
Keikutsertaan ini adalah manifestasi konkret dari program Forcare (Forsi Peduli) yang menempatkan isu kemanusiaan global, termasuk isu Palestina, sebagai fokus utama.
Aminuddin M.E. menegaskan, “Misi pendidikan, agama, dan sosial kemanusiaan kami tak terlepas dari perjuangan Palestina. Kami hadir untuk mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk mengkawal tuntas kemerdekaan. Menyegerakan kemerdekaan Palestina adalah “Harga Mati.”
Suara Perlawanan Melawan Kebrutalan Zionis. Ketua Bidang PSDM, Dede Surahman, M.Pd., menyampaikan, Kami menentang keras genosida brutal dan kejam oleh Zionis Israel. Suara kami akan terus menggema, jika ada satu juta orang yang menyuarakan kemerdekaan Palestina, maka aku ada di antaranya! Kami akan terus mengawal genjatan senjata hingga kekejaman itu benar-benar berhenti. Forsi Himmpas adalah dukungan abadi terhadap kemerdekaan, kedaulatan, dan perlindungan Masjid Al-Aqsa. “Allahu Akbar! Free, Free Palestine!”
Mendesak Implementasi 9 Poin Deklarasi, Forsi Himmpas Indonesia menyatakan dukungan penuh dan siap mengawal implementasi 9 Poin Deklarasi Dukungan MUI-Ormas Islam Pembebasan Palestina. Secara spesifik, Forsi Himmpas mendesak pemerintah Indonesia dengan sembilan (9) tuntutan, antara lain:
🔵 1. Mengapresiasi perjuangan sejumlah negara kunci, termasuk RI, atas terselenggaranya sejumlah upaya diplomasi intensif seperti Konferensi New York 28-30 Juli 2025 yang telah hasilkan Rencana (Usulan) Perdamaian “Komprehensif” Palestina. Memahami sikap pemain kunci, termasuk Hamas, yang menyetujui proposal Trump sebagai dasar perundingan penyelesaian masalah Palestina, khususnya Gaza, mengingat prioritas utama adalah penghentian perang dan genosida, pengiriman bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza yang hancur total.
🔵 2. Menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina – termasuk Hamas dan faksi-faksi perlawanan lainnya – adalah bentuk sah pembelaan diri terhadap penjajahan dan genosida, yang diakui oleh hukum internasional dan syariat Islam. Kami menyerukan agar kelompok negara Arab-Islam, baik rakyat maupun pemerintah, mengadopsi sikap Palestina yang berpegang teguh pada prinsip dasar dan hak-hak sahnya dalam membela tanah, kehormatan, dan situs-situs sucinya.
🔵 3. Mendorong masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan berkelanjutan melalui langkah-langkah politik, diplomatik, media, dan gerakan rakyat agar Israel memenuhi tuntutan sah rakyat Palestina. Dukungan politik, media, dan publik kepada perlawanan Palestina sangat penting sebagai payung perlindungan atas hak-hak kemanusiaan dan kedaulatan bangsa Palestina.
🔵 4. Menyerukan kepada seluruh Bangsa Indonesia untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan, advokasi politik, dan diplomasi publik bagi Palestina; menggalang doa, dukungan moral, dan donasi bagi rakyat Gaza; serta menanamkan kesadaran bahwa pembelaan terhadap Palestina adalah bagian dari jihad kemanusiaan dan amanat keagamaan.
🔵 5. Siap bersinergi dengan Pemerintah RI untuk memperjuangkan diplomasi aktif Indonesia di dunia internasional demi penghentian agresi Israel, mendorong PBB, OKI, dan negara-negara sahabat mengambil langkah tegas untuk perlindungan rakyat Gaza, serta mengawal proses menuju pembebasan Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh dengan Yerusalem (Al-Quds Al-Syarif) sebagai ibu kotanya.
🔵 6. Mengajak seluruh bangsa Indonesia dan umat Islam di seluruh dunia untuk meninggalkan perpecahan, menolak normalisasi dengan penjajah Israel, dan bersatu dalam satu barisan keimanan dan kemanusiaan demi pembebasan Palestina dan keselamatan Masjid Al-Aqsa.
🔵 7. Mengusulkan kepada PBB untuk membuat “Palestina room” (ruang palestina) di markas PBB untuk koordinasi bagi persiapan kemerdekaan Palestina.
🔵 8. Mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas terhadap semua bentuk propaganda dan gerakan pro Zionis di Indonesia.
🔵 9. Mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk membuka komunikasi secara langsung dengan faksi-faksi perlawanan Palestina untuk memperkuat persatuan nasional palestina dan menggagalkan rancangan-rancangan Israel.
Forsi Himmpas menegaskan, sembilan poin seruan ini menjadi langkah berkelanjutan dalam mengawal kemerdekaan Palestina hingga terwujud secara penuh. Dengan semangat konstitusi, kemanusiaan, dan keimanan, Forsi Himmpas Indonesia berkomitmen berdiri di garis depan bersama seluruh elemen bangsa untuk menegakkan keadilan dan menolak segala bentuk penjajahan.

🔴 PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN







