
WARTA-JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Di tengah derasnya arus kemajuan zaman dan transformasi sosial yang terjadi, nilai-nilai perjuangan dan pemikiran luhur Raden Ajeng Kartini senantiasa menjadi sumber inspirasi yang abadi, khususnya dalam memaknai peran strategis kaum perempuan sebagai tiang penyangga keharmonisan dan keutuhan kehidupan berkeluarga. Sejalan dengan semangat tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sewon menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri yang diikuti oleh 18 pasangan calon pengantin. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mereka dengan pemahaman mendasar dalam membangun rumah tangga yang berlandaskan pada prinsip kebahagiaan hakiki dan nilai-nilai kemaslahatan, yang menjadi fondasi utama terciptanya kehidupan keluarga yang berkah dan berkelanjutan. Kegiatan berlangsung di ruang aula Balai Nikah KUA Sewon, Rabu, 22 April 2026.
Rustam, selaku Penanggung Jawab Kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri sekaligus Penyuluh Agama Islam di lingkungan KUA Sewon, menyampaikan pandangan mendalam mengenai hakikat sosok perempuan yang berperan sesuai dengan tuntunan agama dan nilai kemanusiaan.
“Perempuan hebat tidak hanya dinilai dari keberhasilan dan kiprahnya di ruang publik, melainkan juga dari kemampuan luhurnya dalam menciptakan suasana ketenangan jiwa, merawat kesinambungan komunikasi yang baik, serta senantiasa menjaga keutuhan dan kebersamaan dalam lingkungan keluarga. Oleh karenanya, keluarga yang harmonis bukanlah keluarga yang terbebas dari persoalan hidup, melainkan keluarga yang memiliki kearifan dan kemampuan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi dengan bijaksana, serta tetap kokoh mempertahankan ikatan batin yang telah terjalin,” jelasnya pada Rabu, 22 April 2026.
Lebih lanjut, di tengah dinamika kehidupan masa kini yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi serta tantangan ketahanan ekonomi, keluarga dituntut untuk tidak sekadar mampu bertahan menghadapi berbagai ujian, melainkan juga dapat tumbuh dan berkembang secara seimbang. Hal ini dapat diwujudkan dengan meneguhkan landasan spiritual yang kokoh, membangun pola komunikasi yang terbuka dan saling memahami, serta menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai antar sesama anggota keluarga.
Konsep yang diusung, yakni “menebar maslahah, menuai sakinah”, menjadi pedoman utama yang menegaskan bahwa keberadaan keluarga tidak hanya ditujukan untuk kebahagiaan dan kesejahteraan diri sendiri, melainkan juga diharapkan mampu memberikan manfaat dan kebaikan yang luas bagi lingkungan sosial dan masyarakat di sekitarnya.
Sebagai sosok yang merupakan cucu dari ulama terkemuka, Kyai Hasan, Rustam menambahkan bahwa peringatan Hari Kartini mengingatkan kita semua akan posisi sentral kaum perempuan dalam membangun peradaban umat. Peran mereka memiliki kedudukan yang sangat strategis, karena pembentukan karakter, akhlak mulia, dan kualitas generasi penerus bangsa berawal dari lingkungan keluarga yang dibimbing dan dibina dengan penuh kasih sayang serta nilai-nilai kebenaran.
Sejalan dengan pemikiran tersebut, KUA Sewon menegaskan bahwa semboyan “Keluarga Kuat, Bangsa Hebat” bukan sekadar rangkaian kata atau slogan semata, melainkan merupakan wujud gerakan nyata yang bertujuan untuk melahirkan generasi-generasi yang unggul dalam akhlak, ilmu, dan amal, yang pada akhirnya akan menjadi modal berharga dalam mewujudkan kemajuan dan kebangkitan bangsa Indonesia yang lebih gemilang. (Rtm).

🌐 Redaktur : Mawan








