WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Seorang pria berinisial M.Y.W. (49), warga Wonosari yang bekerja sebagai tukang parkir di kawasan pojok barat Pasar Argosari, meninggal dunia secara mendadak di sebuah warung lotek dan gorengan di wilayah Trimulyo I, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, pada Senin, 28 September 2026, sekitar pukul 14.15 WIB. Pemeriksaan polisi dan medis tidak menemukan tanda kekerasan; korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan paru.
Kapolsek Wonosari, Kompol Tri Wibawa, S.H., menjelaskan bahwa korban datang ke warung milik Siti Susilah sekitar pukul 14.00 WIB, memesan seporsi lotek, gorengan, serta es teh. Setelah menyantap makanan dan meminum setengah gelas minuman, korban tiba-tiba berdehem, tampak menahan sesak napas, lalu tubuhnya terjatuh ke arah timur hingga kepala membentur lantai cor dalam posisi tertelungkup.
Kronologi Kejadian & Upaya Penyelamatan
Kejadian berlangsung cepat di hadapan pemilik warung dan saksi yang hadir. Segera setelah korban terjatuh, saksi menghubungi pihak kepolisian serta layanan ambulans GES. Tim medis tiba di lokasi dan melakukan upaya penyelamatan berupa resusitasi jantung paru (RJP), namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Wonosari untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Pemeriksaan menunjukkan korban sudah tidak memiliki denyut nadi maupun pernapasan; rekaman elektrokardiogram (EKG) menunjukkan hasil datar (flat). Dokter juga menemukan tanda kematian sekunder berupa kekakuan persendian serta luka di pelipis kiri yang diduga akibat benturan saat terjatuh.
Hasil Pemeriksaan: Tidak Ada Indikasi Kekerasan
Dari pemeriksaan fisik luar, tim medis maupun kepolisian tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan maupun luka akibat benda tajam atau tumpul. Di lokasi kejadian, polisi menjumpai bekas darah di lantai cor yang berasal dari luka benturan pelipis, serta sisa makanan dan minuman yang dikonsumsi korban. Tidak ditemukan obat-obatan atau zat yang diduga berkaitan dengan kematian.
Keterangan dari pihak keluarga menguatkan bahwa korban sebelumnya menderita penyakit yang berkaitan dengan jantung dan paru, serta baru saja menjalani pemeriksaan medis beberapa minggu sebelum kejadian.
Keluarga Menerima, Tidak Menghendaki Autopsi
Meskipun dokter menyarankan autopsi klinis untuk memastikan penyebab kematian secara lebih akurat, keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dan tidak menghendaki pemeriksaan medis lanjutan. Polisi pun menyimpulkan tidak ada indikasi tindak pidana dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian serta keterangan para saksi.
Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan. Penyebab pasti kematian sepenuhnya menjadi ranah pemeriksaan medis, namun dari rangkaian fakta yang dikumpulkan, dugaan kuat mengarah pada kondisi kesehatan yang menurun secara tiba-tiba.

Redaktur: Mawan

