
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa kinerja ekspor Indonesia, khususnya untuk produk alat-alat pertanian, terus menunjukkan tren meningkat sepanjang 2025. Sejumlah mesin pertanian buatan dalam negeri, seperti traktor dan peralatan mekanisasi, kini berhasil masuk ke pasar Afrika, Panama, hingga Meksiko.
Menurut Roro Esti, capaian tersebut menjadi bukti bahwa produsen lokal semakin mampu bersaing di pasar global. Ia menilai kualitas manufaktur nasional mengalami peningkatan signifikan.
“Ini produk-produk kebanggaan kita, karya anak bangsa. Banyak yang sudah sepenuhnya dibuat di Indonesia. Harapannya, capaian seperti ini bisa terus kita dorong agar pasokan ke pasar internasional semakin besar,” ujarnya kepada wartawan usai meninjau produksi alat pertanian di Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Rabu (26/11/2025).
Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi salah satu produk lokal, yakni Quick, juga meraih penghargaan Good Design Indonesia dari Kementerian Perdagangan.
“Penghargaan tersebut diberikan sebagai upaya mendorong pelaku industri memperkuat aspek desain agar produk lokal memenuhi standar global,” ucapnya.
Roro Esti juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas desain merupakan strategi krusial untuk memperkuat daya saing ekspor.
“Kami Kemendag terus mendorong pelaku UMKM agar merambah pasar internasional, mengingat kontribusi sektor tersebut cukup besar terhadap pertumbuhan ekspor nasional,” ujarnya.
Selain itu, Roro Esti menyampaikan bahwa target pertumbuhan ekspor tahun ini ditetapkan di angka 7 persen. Namun realisasinya sudah melampaui target tersebut.
“Tahun ini target kita 7 persen, tapi alhamdulillah sudah berada di 8 – 9 persen. Ini tentu membanggakan, sekaligus memacu kita untuk menggali potensi baru agar 2026 bisa lebih baik,” imbuhnya.
Sehingga, mengenai target tahun depan, Roro Esti mengatakan pemerintah masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan di kisaran 7 persen. Meski begitu, ia optimistis capaian riilnya bisa kembali melampaui angka tersebut seperti yang terjadi tahun ini.
“Target tahun depan tetap 7 persen, tetapi harapannya realisasi bisa lebih tinggi,” ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Roro Esti, keberhasilan ekspor tidak hanya bergantung pada pemerintah. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memperkuat produk lokal di pasar internasional.
“Mudah-mudahan ini jadi pemicu semangat kita untuk tahun berikutnya. Tidak ada yang bisa tercapai tanpa kolaborasi dan gotong royong,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








