
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Pemerintah Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, secara resmi menggelar rangkaian peringatan Hari Jadi Kalurahan yang ke-110. Perayaan bersejarah ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kemeriahan pada Minggu (17/5/2026), menjadi momen istimewa yang menyatukan seluruh elemen masyarakat dari ujung ke ujung wilayah kalurahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan dan berbagai pertunjukan kreatif yang digagas langsung oleh Karangtaruna Kalurahan “Loka Nawasena”. Puncak acara berlangsung dalam bentuk Kirap Budaya, sebuah arak-arakan tradisi yang melibatkan partisipasi aktif dari perwakilan seluruh 21 Padukuhan yang berada di bawah naungan Kalurahan Botodayaan. Prosesi kebudayaan yang sarat makna ini berlangsung tertib dan lancar, berjalan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, memanjakan mata warga yang turut berbondong-bondong menyaksikan keindahan warisan leluhur tersebut.
Ketua Umum Karangtaruna Loka Nawasena, Sularto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan peringatan hari jadi ke-110 ini memiliki tujuan mulia, terutama sebagai sarana pemersatu. Kegiatan ini dirancang untuk menyatukan tekad dan semangat warga dari 21 padukuhan agar senantiasa bahu-membahu bergotong royong.
“Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pembangunan dan kemajuan Kalurahan Botodayaan menjadi lebih baik dan sejahtera dibandingkan capaian tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sebagai rangkaian persiapan menjelang hari puncak peringatan, pihak penyelenggara juga telah menggelar berbagai ajang kompetisi dan seni, antara lain Turnamen Bola Voli Putri Piala Loka Nawa Sena Tahap 2. Sementara pada hari puncak perayaan, kemeriahan diperkaya dengan pertunjukan seni Jatilan, dilanjutkan dengan Kirap Budaya, dan ditutup secara spektakuler melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar dengan dalang ternama Ki Yusuf Ansor.
Sementara itu, Lurah Botodayaan, Wasija, Amd., mengungkapkan harapan besarnya di usia kalurahan yang ke-110 ini. Ia berpesan agar momentum bersejarah ini mampu menjadikan perilaku dan kehidupan masyarakat semakin berkualitas dan berakhlak mulia. Selain itu, peringatan ini diharapkan dapat melengkapi serta menyempurnakan rekam jejak sejarah panjang Kalurahan Botodayaan.
“Melalui momen ini, saya berharap seluruh warga semakin bersatu dan memiliki pemahaman utuh mengenai sejarah pemerintahan kita, mulai dari jejak para Lurah pertama hingga kepemimpinan saat ini. Kita menyadari, jika masing-masing padukuhan melaksanakan tradisi atau kegiatan sendiri-sendiri, rasa persatuan bisa tergerus. Namun, pada momen hari jadi ini, kita semua berkumpul dan bersatu dalam satu tujuan,” tegas Wasija, menegaskan makna kebersamaan sebagai kekuatan utama masyarakat setempat.

🌐 Redaktur: Mawan







