Tim Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Selasa, 9 Juni 2026, di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul (foto Niken)
GUNUNGKIDUL, DIY, WARTA-JOGJA.COM – Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang transformasi luas dalam dunia pendidikan di Kabupaten Gunungkidul. Menjawab kebutuhan peningkatan mutu pengajaran, tim dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berjudul “Penguatan Kompetensi Guru dalam Pengembangan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Artificial Intelligence”. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026, bertempat di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, dengan sasaran utama para pendidik di lingkungan SMK Muhammadiyah Wonosari.
Kegiatan ini menghadirkan Arief Nurrahman, M.Pd. sebagai narasumber utama yang memberikan pelatihan serta pendampingan mendalam mengenai pemanfaatan AI untuk media pembelajaran. Pelatihan ini dirancang khusus agar para guru Muhammadiyah di wilayah Gunungkidul mampu mengembangkan bahan ajar yang lebih interaktif, kreatif, efektif, dan selaras dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Tim pelaksana dipimpin oleh Dr. Dian Normalitasari Purnama, M.Pd., didampingi anggota Dr. Yolandaru Septiana, M.Pd. dan Niken Purnamasari, M.Pd., sebagai wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat guna mengangkat kualitas pendidikan daerah lewat teknologi mutakhir.

Dalam pemaparannya, Arief Nurrahman menegaskan posisi strategis teknologi AI dalam pendidikan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran guru. Melalui rangkaian demonstrasi dan praktik langsung, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis platform berbasis kecerdasan buatan yang memudahkan penyusunan materi ajar, pembuatan tampilan presentasi yang menarik, penciptaan gambar edukatif, hingga penyusunan penilaian hasil belajar secara lebih cepat dan tepat sasaran.
“Guru perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. AI dapat menjadi mitra yang membantu guru menghemat waktu dalam menyiapkan pembelajaran, sehingga mereka dapat lebih fokus pada proses pendampingan dan penguatan karakter peserta didik,” ungkap Arief dalam sesi pelatihan.
Antusiasme peserta terlihat nyata dari partisipasi aktif sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru tidak hanya memahami konsep dasar kecerdasan buatan, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung beragam aplikasi pendukung pembelajaran di kelas. Suasana diskusi yang berjalan luwes dan saling melengkapi membuktikan tingginya keinginan para pendidik untuk menerapkan teknologi ini dalam kegiatan belajar mengajar sehari‑hari di SMK Muhammadiyah Wonosari dan sekolah sekitarnya.

Ketua tim pengabdi, Dr. Dian Normalitasari Purnama, M.Pd., menyampaikan harapan agar pelatihan ini menjadi fondasi awal pembentukan ekosistem pembelajaran digital yang inovatif di lingkungan persekolahan Muhammadiyah. Menurutnya, transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan penyediaan sarana prasarana, melainkan sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan produktif.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan standar pendidikan di daerah melalui kerja sama erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Diharapkan, penguasaan AI bagi guru Gunungkidul terus berkembang sehingga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menarik, dan sesuai dengan tuntutan keterampilan abad ke‑21.
🌐 Dilaporkan oleh Niken



