WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Gunungkidul menggelar acara bertema “PKB Bersholawat, Mujahadah dan Santunan Anak Yatim”. Kegiatan berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Al I’anah, Kapanewon Playen, pada Sabtu malam, 25 Juli 2026, dan dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Daerah Istimewa Yogyakarta, Umaruddin Masdar, S.Ag., beserta jajaran pengurus.
Rangkaian acara diawali dengan sholawatan yang dipimpin langsung oleh KH. Abdul Hamid Daldiri atau akrab disapa Gus Mamid, diiringi penampilan kelompok Hadroh Tombo Ati dari wilayah Ngrancang, Playen. Selanjutnya, kegiatan mujahadah dipimpin oleh Drs. KH. Muhamad Tohari.
Dalam sambutannya, baik Ketua Dewan Syuro DPC PKB Gunungkidul Drs. KH. Ali Ridho maupun Ketua DPC PKB Gunungkidul Drs. KH. Arif Gunadi, M.Pd.I., menyampaikan inti pesan yang sama: berjuang melalui PKB adalah jalan yang diambil demi kesejahteraan masyarakat. “PKB dilahirkan oleh para pendiri Nahdlatul Ulama sejak 23 Juli 1998, artinya kita ber-PKB berarti mengikuti jejak politik para kiai,” ujar KH. Arif Gunadi.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan lokasi peringatan di lingkungan pesantren bukan bermaksud merendahkan martabat lembaga pendidikan tersebut. “Peringatan Harlah PKB di pesantren ini bukan ada maksud merendahkan martabat pesantren, tetapi justru perjuangan PKB yang dimulai oleh para pendiri NU, PKB ingin setiap pesantren mendapatkan perhatian serius dari pemerintah melalui perjuangan para anggota legislatif,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan: “Jadi PKB masuk ke pesantren bukan untuk mencabik-cabik niat tholabul ilmi, melainkan agar santri juga melek politik. Sebagaimana kita ketahui seperti KH. Abdul Rahman Wahid atau Gus Dur pernah menjadi Presiden RI karena ketajaman dalam ilmu berpolitik.”
Peringatan ini juga bermaksud mengembalikan kedekatan PKB dengan akar organisasi induknya, Nahdlatul Ulama, serta menyikapi program percepatan transformasi pesantren yang digagas Dewan Pimpinan Pusat. Selain itu, DPC PKB Gunungkidul berencana menjadi fasilitator kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui sejumlah agenda, salah satunya penyelenggaraan festival angkringan.
Sementara itu, Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, S.Ag., menyampaikan harapannya: “Mudah-mudahan PKB Gunungkidul dalam kepengurusan yang baru dan mendapat dukungan para kiai NU, semakin kompak, semakin solid berkembang dan bertambah maju, bertambah kuat dan bertambah jumlah suara dan jumlah kursi dewanya.”
Di penghujung kunjungannya sebelum berangkat ke acara lain di Kabupaten Bantul, Umaruddin Masdar secara simbolis menyerahkan santunan kepada 20 orang anak yatim di wilayah Gunungkidul.

🌐 Redaktur : Mawan

