
Menginjak Usia 21, PKBM Reksonegaran Tegaskan Pendidikan Tak Pernah Mengenal Kata Berhenti (warta-jogja.com)
WARTA-JOGJA.COM || YOGYAKARTA – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Reksonegaran resmi menginjak usia ke-21 pada Rabu (26/8/2026). Perayaan berlangsung hangat di Ingkung Grobog, Yogyakarta, dihadiri perwakilan pemerintah daerah, mitra lembaga, pendidik, peserta didik, dan tamu undangan. Lebih dari sekadar peringatan ulang tahun, momen ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tak pernah mengenal batas usia maupun latar belakang.
Kepala PKBM Reksonegaran, Sudarmaji, membuka acara dengan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan lembaga pendidikan nonformal ini selama lebih dari dua dekade.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Hari ini kita dapat berkumpul di Ingkung Grobog untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-21 PKBM Reksonegaran. Atas nama lembaga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi dan kehadiran Bapak/Ibu sekalian,” ujar Sudarmaji.
Di tengah perubahan zaman yang semakin digital, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (IA), Sudarmaji menegaskan pentingnya beradaptasi dan berinovasi. Ia menyoroti pergeseran dunia kerja di mana banyak perusahaan kini tak lagi mensyaratkan ijazah formal semata.
“Perubahan radikal teknologi digital, terutama IA, telah mengubah bentuk usaha mendunia dan usaha konvensional. Lembaga pendidikan yang tidak berkreasi dan berinovasi akan tertinggal. Oleh karena itu, PKBM harus membuka mata, bangkit, beradaptasi, dan berinovasi,” tegasnya.
Capaian Membanggakan: Empat Lulusan Diterima di Perguruan Tinggi Negeri
Di usia ke-21, PKBM Reksonegaran menorehkan prestasi yang membanggakan. Empat peserta didik lulusan Paket C tahun 2026 berhasil diterima di perguruan tinggi negeri, dua orang di UGM, satu orang di Unair, dan satu orang di UPN.
Pembelajaran pun tak hanya berlangsung di dalam kelas. Selama setahun terakhir, peserta didik diajak berkunjung ke puluhan lokasi, mulai dari tempat produksi drone, kebun hidroponik, Desa Wisata Kasongan, Keraton Yogyakarta, hingga Kantor DPRD DIY, sejalan dengan konsep Tri Pusat Pendidikan. Sebagai wujud kepedulian sosial, PKBM juga menggelar pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar pada 12 Agustus lalu.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah
Dalam acara tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan Atik Fatmawati, Kasubag Tata Usaha Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta, Disdikpora DIY menyoroti realitas bahwa tidak semua berkesempatan menempuh pendidikan formal secara utuh, kendala ekonomi, persoalan keluarga, atau proses belajar yang terhenti di tengah jalan.
“Masalahnya bukan hanya soal putus sekolah. Lebih dari itu, ada keinginan kuat untuk kembali belajar, berkembang, dan membangun masa depan,” demikian bunyi sambutan Gubernur.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, S.E., M.M dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori menyampaikan apresiasi mendalam atas perjalanan panjang PKBM Reksonegaran. Keberadaan lembaga ini dinilai sangat selaras dengan visi Kota Yogyakarta 2025–2029: mewujudkan masyarakat adil makmur, lestari, dan berkeadaban, dengan prinsip no-one-left-behind, tidak ada warga yang tertinggal.
“PKBM dibentuk untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat, terutama kaum rentan dan kurang mampu. Keberadaannya bermanfaat membentuk masyarakat yang mampu bersaing di era global,” ungkap Wawan dalam sambutannya.
Penghargaan untuk Mitra Setia dan Komitmen ke Depan
Perayaan HUT ke-21 ini juga diwarnai pemberian penghargaan kepada mitra-mitra yang telah berkontribusi mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Penerima penghargaan meliputi Wakil Walikota Yogyakarta, Disdikpora DIY, Disdikpora Kota Yogyakarta, Sekretaris DPRD DIY, Kodim 0734/Yogyakarta, Royal Darmo Malioboro Hotel Yogyakarta, BNNP DIY, UNY, UMY, TVRI Jogja, Bernas.id, serta para tutor dan tenaga pengajar terlama di PKBM Reksonegaran.
Sudarmaji menutup sambutannya dengan harapan agar di usia yang semakin matang ini, PKBM Reksonegaran terus menjadi ruang yang memberi harapan dan kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar, tanpa terikat batas waktu maupun aturan kaku.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik kami tunggu. Semoga Allah SWT senantiasa menuntun perjalanan kita dan PKBM Reksonegaran dalam mengarungi peradaban masa depan,” tutup Sudarmaji.
Perayaan HUT ke-21 PKBM Reksonegaran bukan sekadar peringatan usia lembaga, melainkan bukti nyata bahwa pendidikan adalah hak sepanjang hayat, dan selama ada ruang yang siap merangkul, tak akan ada kata berhenti untuk belajar.
Penulis: Maz








