Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga, Eko Nur Cahyo, S.I.P., M.Si.,
GUNUNGKIDUL, DIY, WARTA-JOGJA.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga resmi menyelenggarakan Gunungkidul Tourism Fest (GTF) 2026 bertema “Gunungkidul Bumi Handayani, Lestari, Ngrejekeni” di Desa Wisata Tepus. Kegiatan ini berlangsung sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 serta memperingati Hari Pariwisata Dunia yang jatuh setiap 27 September. Pemilihan Desa Wisata Tepus sebagai lokasi pelaksanaan merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas capaian desa tersebut yang telah meraih penghargaan Wonderful Indonesia Awards (WIA). Festival ini dirancang bukan sekadar ajang perayaan, melainkan sebagai ruang strategis promosi, edukasi, dan kolaborasi yang melibatkan desa wisata, pelaku UMKM, komunitas kopi, seniman, hingga masyarakat luas guna memperkuat pariwisata berbasis kelestarian alam, budaya, dan kesejahteraan warga.
Apresiasi Desa Wisata Tepus dan Makna Tema
Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga, Eko Nur Cahyo, S.I.P., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan Desa Wisata Tepus meraih penghargaan Wonderful Indonesia Awards menjadi alasan utama ditetapkannya desa tersebut sebagai tuan rumah. Tema yang diusung mengandung dua pilar utama yang saling melengkapi: Lestari dan Ngrejekeni.
Kata Lestari menegaskan bahwa setiap langkah pengembangan destinasi senantiasa memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kelestarian budaya, serta penghormatan terhadap kearifan lokal yang tumbuh di masyarakat. Sementara Ngrejekeni mencerminkan tekad agar pariwisata mampu berputar secara ekonomi: membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, memperpanjang masa tinggal wisatawan, serta memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat di sekitar destinasi.
Kedua semangat ini dijalankan secara beriringan – kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan kekayaan alam dan warisan budaya, sebaliknya pelestarian harus memberikan dampak kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Lebih dari Sekedar Hiburan: Ruang Kolaborasi dan Pemberdayaan
Gunungkidul Tourism Fest 2026 hadir sebagai ekosistem yang menyatukan berbagai elemen penggerak pariwisata. Beragam kegiatan disiapkan untuk memberikan pengalaman bermakna, antara lain:
– Pagelaran seni dan budaya khas daerah;
– Pertunjukan musik yang menampilkan kreativitas warga;
– Pameran dan bazar UMKM serta produk unggulan desa wisata;
– Ragam kuliner lokal yang menjadi identitas kekayaan rasa Gunungkidul;
– Pameran potensi desa wisata dan pengembangan ekonomi kreatif;
– Aktivitas khusus dari komunitas kopi yang kian tumbuh di wilayah ini.
Melalui kehadiran wisatawan, berbagai potensi lokal diharapkan semakin dikenal luas, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga di sekitar destinasi. Desa wisata dan masyarakat lokal ditempatkan bukan sekadar objek kunjungan, melainkan subjek utama yang mengelola, menikmati, dan memperoleh manfaat dari pariwisata.
Memperkuat Sinergi demi Pariwisata Inklusif dan Berkel6di Usia ke-196
Penyelenggaraan festival ini juga menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam memperkuat promosi destinasi sekaligus mendorong pemerataan manfaat pariwisata di momen istimewa peringatan hari jadi Gunungkidul yang ke-196. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk membangun sektor pariwisata yang semakin inklusif, berkelanjutan, kreatif, dan berdaya saing.
Lebih dari sekadar sebuah acara, Gunungkidul Tourism Fest 2026 yang dilaksanakan pada tanggal 26 September 2026 ini hadir sebagai gerakan bersama: menjaga kekayaan alam dan budaya, menghidupkan kreativitas masyarakat, memperkuat desa wisata, dan memastikan manfaat pariwisata dapat dinikmati secara adil oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.


