
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar silaturahmi kebangsaan bersama tokoh-tokoh agama di Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, memberikan pembinaan kerukunan umat beragama dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, S.Sos, MH, Selas (17/02/2025).
Kepala Badan Kesbangpol Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, S.Sos, M.H, dalam sambutanya memberikan apresiasi kepada masyarakat Kalurahan Petir mengenai situasi dan kondisi umat beragama sangat guyup rukun damai dan saling hormat menghormati dan menghargai satu sama lainya seperti dalam penyampaian Lurah Sarju.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkal Petir sudah mengundang pihak Kesbangpol untuk mengadakan pembinaan kerukunan umat beragama walaupun kondisinya sudah sangat kondusif, terlebih kita sampaikan apresiasi kepada masyarakat sudah tercipta guyup rukun, damai disini,” paparnya.
Membangun sosial adalah pekerjaan yang tidak kasat mata sebagaimana pembangunan fisik, modal sosial, situasi kerukunan beragama yang sudah baik.
“Mari kita pertahankan dan kita tingkatkan semangat guyup rukun yang sudah terjalin baik diseluruh elemen masyarakat supaya Kalurahan Petir lebih semakin maju,” harapnya.
Sementara itu, narasumber Drs. KH. Muhammad Tohari memberikan motivasi kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk lebih meningkatkan dalam menjaga kerukunan umat beragama, kerukunan antar umat bergama dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah,
Seperti apa yang disampaikan tadi, bahwa meskipun masyarakat Petir sudah kondusif, baik dalam berguyup rukunanya masih mau di bina, artinya Kalurahan Petir ini memiliki sikap yang baik, andap asor. Mengerti bahwa diadakan pembinaan itu bukan identik karena ada kekisruhan atau ketidak rukunan.
“Ibarat kata, sedia payung sebelum hujan, sedangkan Kesbangpol memang punya kewajiban untuk mengadakan kegiatan semacam ini untuk menjaga agar semua umat beragama tetap saling rukun dan damai,” jelas Kyai Tohari.
Sementara itu KH.Untung Santoso, SE, MA, menyampaikan materi masalah seputar pendirian rumah ibadah, perkawinan, penyiaran agama, peringatan hari besar keagamaan dan perawatan jenazah.
Acara pembinaan umat beragama se-Kalurahan Petir tersebut berlangsung di balai Kalurahan Petir, Rongkop, Gunungkidul, dengan dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sidarto, S.Sos, MH, dua Narasumber yaitu KH.Untung Santoso, SE, MA, KH. Muhammad Tohari, Lurah Kalurahan Petir, Sarju, SIP beserta Pamong Kalurahan, tokoh agama dan tokoh masysrakat, Bhabinsa dan undangan lainya.
Acara diakhiri dengan diskusi sharing session dan tanya jawab dari peserta dan dilanjutkan foto bersama.
(Red/ Wajiyo – Redaktur/ Mawan)




