WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat baik secara umum maupun di pemerintahan pasca adanya kejadian ratusan siswa diduga keracunan di wilayah Gunungkidul.
Mengetahui hal ini Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan tidak tinggal diam. Ia menegaskan pentingnya koordinasi dan komunikasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan para pemangku wilayah.
Roni Hermawan menyampaikan hal itu ketika melakukan Rapat koordinasi dengan Forkopimda, OPD, Panewu dan Lurah di Ruangan Handayani. Jumat, (31/10/2025) sore.
Dalam hal ini Komandan Kodim 0730/Gunungkidul menganalisis terjadinya dugaan keracunan yang menimpa para siswa SMP dan SMK di Kapanewon Saptosari harus dievaluasi sehingga menjadi pembelajaran.
Ia juga menyoroti kurangnya proaktif antara Korwil di wilayah Gunungkidul dengan para Kepala SPPG termasuk mengenai data,
“Dalam rapat kemarin itu saya menekankan saja, saya menyoroti kurang proaktif nya para kepala SPPG dengan Korwil di wilayah Gunungkidul sehingga datanya masih ada yang tidak mach, jumlah penerima manfaatnya tidak mach, sehingga itu menunjukkan lemahnya koordinasi antara Kepala SPPG dengan Korwil di Gunungkidul,” kata Roni, Sabtu, (1/11/2025).
Dalam rapat koordinasi Roni juga menekankan kepada Kepala SPPG untuk lebih perduli lagi dengan dapur yang dijalankannya.
Dihari yang sama di waktu yang berbeda Roni mengungkapkan telah melakukan monitoring terhadap empat SPPG yang ada di Kabupaten Gunungkidul.
Dari hasil monitoringnya ini masih banyak ditemukan kondisi dapur SPPG yang tidak bersih dan kurangnya kyepala SPPG memperhatikan setiap detail kebersihan di dapurnya.
“Saya kemarin melakukan pengecekan SPPG masih ada dapur yang kotor, mungkin dari lantai bersih tapi di saluran pembuangan, di parit-parit kecil di dalam dapur itu masih ada sisa-sisa bekas nasi yang tidak terbuang, dan itu berpotensi membusuk menimbulkan bau dan yang akan menimbulkan bakteri dan akan mencemari makanan yang akan diberikan kepada penerima manfaat,” jelas Dandim Roni.
Dandim Roni menyimpulkan dalam mensukseskan program pemerintah pusat terkait MBG ini harus dilakukan bersama-sama, dan harus ada komunikasi antara Kepala SPPG dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan dinas-dinas lain yang terkait dengan program ini. (*)









