
WARTA-JOGJA.COM || YOGYAKARTA – Intermediate Treatment Facility (ITF) pusat karbonasi di Bawuran, Pleret, Bantul mulai uji coba hari ini (11/3). Diharapkan ITF dengan kapasitas pengolahan 50 ton sampah residu ini mulai beroperasi penuh awal bulan April. Dan akan digunakan untuk 3 wilayah, yakni Bantul, Kota Yogyakarta, dan Sleman.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan ITF Bawuran ini dikelola oleh BUMD Aneka Dharma dan sebagian hasilnya nanti akan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Atau merupakan bagian dari sistem pengelolaan sampah jangka panjang menuju 2035 dan dikelola dengan pendekatan komersial.
“Karena dikelola oleh PD Aneka Darma, pendekatannya berbasis cost-benefit dan diaudit secara ketat untuk memastikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini tarifnya sebesar Rp 450 ribu per ton. Namun tarif ini nantinya akan diformalkan dalam peraturan daerah untuk memastikan keseragaman di seluruh daerah,” kata Halim saat di ITF Bawuran, pada Selasa (11/3/2025).

Harga tersebut bisa saja turun disesuaikan dengan negosiasi yang terjadi.
Halim menyebut, kebanyakan sampah di Bantul dan Kota Yogyakarta adalah sampah organik sedangkan residu minoritas.
“Ke depan sebaiknya kami memiliki instalasi organik agar dapat mengurangi total jumlah sampah,” ujarnya.
Halim menambahkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan dikerahkan untuk menertibkan warga yang masih membuang sampah sembarangan.
Baca juga : Setahun Menunggu Akhirnya ITF Bawuran diluncurkan Hari Ini, Sekda DIY : Ini Momentum Emas
https://warta-jogja.com/setahun-menunggu-akhirnya-itf-bawuran-diluncurkan-hari-ini-sekda-diy-ini-momentum-emas/
“Namun, kami belum menegakkan aturan ini karena masih menunggu kesiapan infrastruktur di seluruh Bantul,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (Sekda DIY), Beny Suharsono berharap, sampah yang datang ke ITF tersebut sudah terpilah sehingga bisa langsung menjalani pemrosesan.
“Sehingga ini adalah komitmen bersama untuk memastikan layanan publik terkait pengelolaan sampah se-DIY bisa berjalan,” ucapnya.
Terkait belum maksimalnya operasional ITF Bawuran, Beny memakluminya dan mengingat jika ITF Bawuran sudah maksimal penanganan sampah di Kota Yogyakarta bisa tertangani.
“Tentu hari ini tidak serta merta berproses karena harus melalui uji coba-uji coba. Tapi kalau ini bisa berjalan, sebagian penanganan sampah di Kota Jogja akan bergeser di sini, tentu semua itu dengan kerja sama dengan pengelola ITF Bawuran,” ujarnya.

REDAKTUR/ MAWAN







