
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Bersamaan acara Puncak Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2025, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Antonius Hari Sukmono atas nama Bupati mengukuhkan Satgas Siaga Sampah Gunungkidul berlangsung di Oditorium SMAN Karangmojo I, Kamis (19-03-2025).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul Antonius Hary Sukmono menyampaikan, Peringatan HPSN tahun 2025, mengambil tema “Kolaborasi Untuk Indonesia Bersih”. Tema tersebut mengandung pesan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan kontribusi dan kerjasama dsri semua pihak, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, juga seluruh elemen masyarakat.
“Tema ini mengandung pesan bahwa dibutuhkan kontribusi dan kerjasama yang komprehensif darinpemerintah pusat, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat,”katanya.
Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Puji Iswari, S.Hut, M.Si, menyampaikan pengukuhan tim satgas siaga sampah merupakan upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam melakukan pengelolaan sampah sehingga dengan pemilahan yang dilakukan bisa dijadikan barang komoditi dapat menghasilkan pendapatan keluarga melalui pengelolaan sampah, kegiatan yang dilakukan tersebut mendapat apresiasi oleh Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH Jawa).
Sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengajak masyarakat untuk peduli dan berpartisipasi dalam pengelolaan sampah, dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dapat mendorong dan memotivasi masyarakat untuk mengolah sampah, penyelesaian krisis iklim harus melibatkan semua lapisan masyarakat terutama komunitas yang paling rentan dan terdampak.
Dengan mengelola sampah dengan baik, kita dapat mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih, menjaga kelestarian lingkungan hidup, dan menjadikan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis.
Sementara itu Ketua DPD LDII Gunungkidul Wahono Budi Rustanto selaku Satgas Sampah Gunungkidul yang baru saja dikukuhkan kepada awak media menyatakan pengukuhan ini sejalan dengan program LDII dengan program Kerja Bersama Bakti Untuk Negeri kemudian di masjid-masjid binaan LDII juga sudah ada program pilah sampah yang melibatkan takmir masjid.
Momentum luar biasa tersebut melibatkan organisasi keagamaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ditunjuk untuk mengikuti pengukukuhan sebagai Satgas Sampah Gunungkidul, yang dimana Peran serta suatu ormas sangat dibutuhkan diharapkan mampu berperan dalam menanggulangi dan mengurangi sampah pada saat ini maupun masa mendatang.
“Kemudian juga dalam pokok-pokok pikiran yang beberapa waktu lalu kita sampaikan kepada calon bupati dan calon wakil bupati yang saat ini terpilih sebagai kepala daerah kita sampaikan terkait dengan pengelolaan sampah, di Gunungkidul ini tarapnya baru berkembang kalau sampah tidak segera ditangani dengan baik ini akan menjadikan petaka seperti di kota yang saat ini menjadi darurat sampah,” jelasnya.
Dikesempatan tersebut hadir Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa, Ketua DPRD dan Forkompimda Gunungkidul, Sekretaris Daerah, Kepala OPD dan Panewu se Kabupaten Gunungkidul.
(Red/ Ginowe – Redaktur/ Mawan)







