
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih turut menyukseskan agenda penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia melalui acara Launching Sekolah Lansia Perdana di Kapanewon Pengasih yang digelar pada Rabu (03/06/26).
Acara ini diresmikan langsung oleh Panewu Pengasih Sunarya, MM, bersama narasumber ahli, Dr. Heru Subekti, S.Kep., Ns., MPH., dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Kehadiran Sekolah Lansia ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya kelompok usia di atas 60 tahun, agar dapat menjalani masa tua dengan bahagia dan produktif.
Sekolah Lansia ini direncanakan akan berlangsung secara rutin sebanyak 12 kali pertemuan dalam satu tahun. Layaknya institusi pendidikan formal, para peserta lansia yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kurikulum nantinya akan dilepas melalui prosesi wisuda resmi.
Untuk menunjang proses belajar-mengajar, sekolah ini didampingi oleh para fasilitator kompeten, di antaranya: Kusmiyati (Fasilitator Sekolah Lansia/Kader PLKB). Dr. Mustikaningtyas, S.Psi., MPH. (Fasilitator dari unsur kader lansia). Sedangkan materi pada kesempatan tersebut diisi oleh Anggraeni Wulandari, S.Sos., MA.
Para kader PLKB dan kader Posyandu yang bertindak sebagai fasilitator ini sebelumnya telah mendapatkan pelatihan khusus dari tim UGM untuk memastikan materi tersampaikan dengan pendekatan yang tepat bagi lansia.
Program Sekolah Lansia ini mengacu pada panduan 7 Dimensi Lansia Tangguh dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tujuannya adalah membentuk lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat melalui aspek-aspek: Dimensi Spiritual Memperdalam keimanan dan ketakwaan, serta ikhlas menerima proses penuaan. Dimensi Fisik; Menjaga kebugaran tubuh. Dimensi Emosional; Mengelola pikiran dan perasaan agar tetap tenang, bahagia, dan bebas stres. Dimensi Intelektual; Melatih ketajaman otak (membaca, mengisi TTS, bermain catur) untuk mencegah pikun. Dimensi Sosial Kemasyarakatan; Aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar guna menghindari rasa kesepian. Terakhir Dimensi Vokasional (Hobi); Mengembangkan keahlian atau hobi agar tetap produktif dan merasa berguna. Dan Lingkungan Menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan ramah lansia di dalam maupun luar rumah.
Dimensi spiritual, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Munawir, S.Ag., hadir memberikan pembekalan materi yang sejuk bagi para peserta. Dalam penyampaiannya, Munawir menekankan pentingnya membangun sikap Husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah SWT dalam menghadapi masa tua. Ia juga mengajak para lansia untuk membiasakan diri berdzikir di dalam hati di setiap kesempatan, serta senantiasa menjaga tali silaturahim antarsesama.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., turut hadir dan menyatakan dukungan penuhnya terhadap program kolaboratif ini. Menurutnya, KUA tidak hanya mengurusi persoalan pernikahan dan keagamaan normatif, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang utuh, termasuk mendampingi fase lansia.
“Kami dari KUA Pengasih sangat mengapresiasi dan siap mengawal program Sekolah Lansia ini. Melalui bimbingan keagamaan yang kami integrasikan dengan program ketahanan lansia, kita ingin memastikan para orang tua kita di Pengasih tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang dan bahagia secara spiritual (mental). Ini adalah ikhtiar bersama mewujudkan lansia yang mandiri, husnul khatimah, dan bermartabat,” tegas Rangga.
Dengan sinergi antara KUA, Pemerintah Kapanewon Pengasih, UGM, dan para kader kesehatan, Sekolah Lansia Perdana ini diharapkan menjadi role model program serupa demi mewujudkan masyarakat Pengasih yang tangguh, sejahtera, dan diberkahi.(myid)
🔴 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan








