
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Masyarakat tiga (3) Padukuhan, Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, menggelar tradisi Poenggahan dengan melakukan kirab menempuh jarak 3 Km.
Menurut ketua panitia acara tradisi Poenggahan, Agung Susinantoro, tradisi ini dilaksanakan sebelum bulan puasa ramadhan disebut ruwahan dengan di awali acara pawai 1000 ketupat, genduri, dan berbagai kegiatan sakral di makam Syekh Ibrahim Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo pada Jumat Kliwon (07/02/2025) siang.
Acara ini diprakarsai oleh masyarakat tiga (3) Padukuhan yaitu Padukuhan Gelaran I, Gelaran II serta Padukuhan Gunungbang se-Kalurahan Bejiharjo,
“Masyarakat tiga Padukuhan tumpah ruah di area makam Syekh Ibrahim,” jelasnya.
Acara kirab star dari makam Syekh Ibrahim menempuh jarak kurang lebih 3 Km menuju ke Dusun Gelaran I selanjutnya kenuju ke Dusun Gelaran II dan Dusun Gunungbang, selanjutnya kirab kembali menuju ke makam Syekh Ibrahim, dilanjutkan acara sakral di makam dipimpin oleh juru kunci.
“Tradisi Poenggahan merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang, ketupat sendiri merupakan simbol dalam pelaksanaan Bakdo Kupat, karena Kupat dimaknai lepat atau salah. Dengan adanya gelaran Bakdo Kupat, masyarakat berharap agar segala lepat atau kesalahan bisa dimaafkan,” terang Agung.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa gunungan yang di panggul oleh masyarakat berisikan 1000 ketupat juga ada 30 ingkung dan hasil bumi pertanian,
“Acara terakhir merupakan acara sakral yang dipimpin juru kunci dengan melakukan ritual do’a bersama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai wujud puji syukur atas nikmat yang diberikan atas hasil panen yang berlimpah, memohon keselamatan serta keberkahan. Kemudian diakhiri rayahan gunungan,” imbuhnya.
(Red/ Jay – Redaktur/ Mawan)







