
SLEMAN, DIY (WARTA-JOGJA.COM) – Terbayar sudah lelah yang dirasa oleh anggota bergada putri Padukuhan Mlati, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang ikut serta dalam puncak acara Hari Jadi ke 77 Kalurahan Sendangadi.
Beranggotakan sekitar 30 orang yang semuanya perempuan ini memang belum mempunyai Nomor Induk Kebudayaan, jadi mereka swadaya mandiri dalam pendanaan untuk kelancaran semua kontribusi baik selama latihan hingga pelaksanaan kirab.
Disampaikan oleh Andayani selaku koordinator bergada, kami hanya diberi waktu kira-kira 10 hari oleh Ibu Dukuh Mlati untuk mencari anggota agar mau ikut bergabung membentuk kelompok,

“Alhamdulillah latihan hingga pelaksanaan diberi kemudahan dan kelancaran. Dengan suka rela anggota bergada yang semua pemula ini menyatukan tekat mewakili padukuhan turut kirab yang dilaksanakan pada hari Minggu, 27 April 2025,” Kata Andayani
Menurut Yuli Ismawati yang berperan sebagai komandan bergada, mengatakan kita melakukan latihan 3 hingga 4 kali untuk menyamakan gerak dan langkah.
“Terus terang pada awalnya kita ada kesulitan karena beberapa diantaranya memang tidak atau belum pernah ikut baris berbaris sebagai bekal dasar apalagi ketika langkahnya harus diserasikan dengan iringan alat musik meski hanya bende dan snar,” ucapnya.
Tapi semua ini menjadi pengalaman unik tak terlupakan komentar beberapa anggota saat usai acara.
Rasa letih, lelah hingga bahkan ada yang hampir pingsan saat di Lapangan Sendangadi usai acara upacara serah terima ‘Tirta Wening’ yang diambil dari Sendangsari Jungke Lor dimana air yang diambil mulai dikirabkan hingga sampai di komplek Kantor Kalurahan Sendangadi yang berjarak lebih kurang 3 Km.

Saat dewan yuri mengumumkan apresiasi sebagai penghargaan untuk beberapa bergada peserta kirab, komandan bergada sempat berucap, “nek menang aku koprol” (kalau menang aku akan jungkir balik alias salto.
Detik detik saat diucapkan pemenang lewat, namun saat diumumkan Mlati Dukuh sebagai juara III meledak dan kegirangan tak terelakkan.
Usai menerima trophy Yuli Ismawati langsung disuruh salto disaksikan anggota dengan suka cita.
“Sebenarnya kami baru tahu kalau dilombakan sehari sebelum pelaksanaan kirab. Jadi sebenarnya kami memang tidak siap untuk dilombakan. Kalau kemudian menjadi juara meski hanya urutan ke 3 dari sekitar 20 peserta kirab itu bonus dan hadiah yang luar biasa untuk kami semua,” ucap Dukuh Mlati Dukuh Pamberat Rudatin Runtik, S.Sn yang diadakan oleh beberapa anggota lainnya.
Dilatih beberapa hari hingga mendadak juara adalah pengalaman tak terkira untuk kita semua. Ucap Isna, Fita, Nikky hampir bersamaan.
Kegiatan ini menjadi motivasi tersendiri sehingga kedepan kita akan segera urus legalitas bergada padukuhan agar segera bisa dikukuhkan.
“Terima kasih untuk Pak Toegar Adi Saputra selaku pembina dan pelatih bergada, kami memohon pendampingannya agar kami bisa eksis dan siap setiap saat dibutuhkan ucap Rizki Harini selaku pembawa panji bergada saat kirap berlangsung mengakhiri.” tutup Dukuh Mlati.
REDAKTUR MAWAN












