
https://www.instagram.com/sbr_production01?igsh=Y3hoMmExeGtkcGZ6
SLEMAN, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) menggelar Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) dan Temu Karya PMI DIY Tahun 2025 yang diikuti oleh lebih dari 550 orang peserta dari PMI seluruh DIY di Jaka Garong Camp Ground & Outbound, Turi, Sleman pada 27-29 September 2025.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mewakili Gubernur DIY membuka langsung kegiatan tersebut Sabtu, 27 September 2025 siang.
Kegiatan ini melibatkan Relawan PMI seluruh DIY di antaranya Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), dan Donor Darah Sukarela (DDS), staf, pengurus, serta masyarakat di wilayah Turi.
Kehadiran PMI Pusat dan perwakilan PMI Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali semakin menambah semarak kegiatan tersebut.
Gubernur DIY dalam sambutan yang dibacakan Sri Paduka Paku Alam X mengatakan bahwa Palang Merah Indonesia telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, kesehatan, dan sosial.
Dengan fokus pada penanggulangan bencana, penyediaan darah yang aman dan berkualitas, serta pembinaan relawan dan PMI senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Jiwa kerelawanan inilah yang menjadi prinsip dasar PMI dan harus ditanamkan, dipelihara, serta diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Dalam momentum strategis tersebut diharapkan PMI dapat melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan.
Dalam kegiatan Jumtek ini juga diharapkan dapat melahirkan gagasan, inovasi, dan komitmen bersama untuk memperkuat kualitas pelayanan, serta menjawab tantangan kemanusiaan.
Sri Paduka Paku Alam X menambahkan bahwa kegiatan Jumtek ini merupakan pembinaan generasi muda untuk Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dan juga merupakan ajang evaluasi sampai di mana kapasitas relawan PMI, serta mengajak generasi muda dalam kesiapsiagaan bencana karena wilayah DIY merupakan wilayah rentan bencana seperti gunung api, banjir, angin, longsor, dan tsunami.
Senada dengan Wakil Gubernur DIY, Ketua Bidang Relawan PMI Pusat, Sasongko Tedjo mengatakan, PMI DIY termasuk PMI Provinsi yang kreatif dalam pembinaan relawan melalui jumbara dan temu karya yang merupakan salah satu indikator evaluasi pembinaan relawan yang telah dilaksanakan selama ini.
Sementara itu Ketua PMI DIY, GBPH. H. Prakusumo, S.Psi menuturkan, “Jumtek merupakan ajang bertemunya PMR dan Relawan dari seluruh DIY untuk saling berbagi meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam suasana gembira, bersahabat, dan partisipatif. Selain itu, melalui momen ini semakin memperkuat sinergi antarrelawan, masyarakat, dan stakeholder dalam kerja-kerja kemanusiaan. Relawan adalah jantungnya organisasi, garda terdepan dalam tugas kemanusiaan PMI”.
Mengusung tema “Profesional, Responsif, dan Berkelanjutan”, kegiatan Jumtek yang dikemas dalam bentuk perkemahan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan peran relawan untuk mendukung kapasitas organisasi dan pelayanan PMI.
“Ada 3 (tiga) agenda utama Jumtek yakni Jumpa Temu, Bakti Karya, dan Sahabat Gembira. Jumpa Temu, terbagi dalam kegiatan workshop promosi kesehatan, bedah Pedoman Manajemen Relawan PMI, bedah Pedoman Penggunaan Identitas Organisasi, hukum humaniter internasional untuk PMR, ngobrol bareng relawan, youth station, workshop satuan pendidikan aman bencana, lokakarya aksi merespons peringatan dini, tactical floor game bencana erupsi gunung Merapi, dan jurnalistik dasar yang akan menghasilkan karya berupa news dan podcast,” jelas Gusti Prabu, sapaan akrab Ketua PMI DIY.
Bakti Karya adalah kegiatan yang melibatkan warga setempat di antaranya adalah sambang warga, peserta akan mengajak masyarakat setempat untuk melakukan kesiapsiagaan bencana berbasis keluarga, pembuatan peta risiko area Jaka Garong, donor darah dan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, manajemen perkemahan yang menyasar lima kontingen peserta Jumtek yakni bagaimana kontingen mengelola perkemahan mulai dari sisi kenyamanan, keamanan, dan keselamatan seperti pemisahan tenda laki-laki dan perempuan, mengantisipasi perundungan atau kekerasan, kawasan area bebas asap rokok, sampai dengan pengelolaan sampah.
Plt Ketua PMI Kota Yogyakarta, Haka Astana yang ditemui di lokasi Jumtek mengaku kegiatan jumpa bakti gembira ini harus dilandasi dengan rasa kegembiraan.
“Karena kegembiraan adalah kewajiban dari diri kita,” katanya.
Sedangkan dalam temu karya, menurut Haka Astana, para relawan akan bertemu membahas karya-karya yang akan dihasilkan kedepannya oleh PMI DIY.
Pada Jumtek 2025 kali ini, PMI Kota Yogyakarta mengirimkan 60 kontingen yang terdiri dari PMR, KSR, TSR, dan DDS.
🔵 Penulis: Umar







