
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof. Wening Udasmoro (tengah) acara konferensi pers di Kampus UGM, Yogyakarta, Selasa (15/4/2025). warta-jogja.com Olivia Rianjani
SLEMAN,DIY|| WARTA-JOGJA.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan siap membeberkan data-data jika diperintahkan oleh pengadilan dalam kasus dugaan ijazah palsu presiden Indonesia ke 7 Joko Widodo (Jokowi). UGM juga sudah secara gamblang dan tegas merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM. Ia lulus pada 5 November 1985.
“Kalau ada permintaan dari pengadilan, UGM siap,” kata Wakil Rektor I UGM Wening Udasmoro, Selasa, 15 April 2025.
Ia menegaskan, UGM dalam posisi sebagai institusi yang menjelaskan. Sehingga pihaknya akan memberikan data-data yang dimiliki jika dibutuhkan pengadilan.
Namun, ia menegaskan, soal data-data pribadi yang tercatat di universitas tidak sembarang orang bisa mengakses. Sehingga jika ada yang ingin mengakses data-data pribadi, ditanyakan dulu kapasitasnya apa dan untuk keperluan apa. Jika itu perintah pengadilan, maka UGM dengan senang hati akn membeberk semua yang diminta pengadilan.

“Kami siap menjadi saksi, dasarnya Falah dokumen yang kami miliki,” kata Wening.
Andi Sandi, Sekretaris Universitas Gadjah Mada menyatakan terkait dengan kebebasan keterbukaan informasi untuk UGM itu akan memberikan informasi-informasi yang memang terbuka seperti skripsi karena diletakkan di perpustakaan. Tetapi data-data yang bersifat pribadi, UGM tidak akan membuka kecuali diminta dalam proses peradilan.
“Mengapa? karena kami juga mempunyai kewajiban untuk melindungi data pribadi, setiap orang yang menjadi mahasiswa dan alumni kami,” kata Andi.
“Jadi ini tidak ada yang namanya condong ke spesifik orang, tidak. Jadi keterbukaannya yang kami sampaikan adalah hal-hal yang bersifat publik.
Ia juga menyatakan, pihaknya juga berhati-hati, karena ini merupakan institusi. Khawatirnya, jika data pribadi terbuka, justru universitas akan diprotes oleh oleh pemilik data pribadi itu.
“Jadi betul-betul kami lakukan dengan hati-hati, tetapi tidak ada pengkhususan, tetapi untuk semua alumni,” pungkas Andi.

REDAKTUR MAWAN












