
Suasana khidmat acara Haflah Khotmil Qur'an Daarul Muta’allimin ke-06 di lapangan Volley SD MI YAPPI Balong, Girisubo Gunungkidul (foto Bandung Susanto Reporter WARTA-JOGJA.COM Minggu 17 Agustus 2025)
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Menguar kuat euforia haru sekaligus wujud puji syukur atas tuntasnya memahfuzkan untaian ayat-ayat Al Quran bagi para santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Darul Muta’allimin menggelar acara Haflah Khotmil Qur’an Ke-06 dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, Minggu (17/08/2025) di lapangan Volley SD MI YAPPI Balong, Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.
Acara akbar yang dihadiri para tamu undangan dari Pemerintah Kapanewon Girisubo, Kapolsek Girisubo (Forkompimkap Girisubo), Ketua Tanfidziyah PCNU Gunungkidul Kh Sya’ban Nuroni, Kyai harsono, Kepala Sekolah SD MI YAPPI Balong Sukamto Abudulah, tokoh alim ulama, Ustadz, tokoh masyarakat, muda-mudi Karang Taruna AMOR, Banser dan para wali santri se-Kapanewon Tepus, Rongkop dan Girisubo.

Acara dipandu langsung oleh Ketua Panitia Alim Mughofar (selaku ketua Karang Taruna AMOR) dengan dibuka alunan musik tradisional (Hadrah Daarul Muta’allimin) bernuansa Islami selaras dengan Sound System Horeg (by D.O.D) terdengar menggelegar membuat suasana lebih khidmat.
Para Santri (putra-putri) terlihat ceria mengenakan (peci dan hijab berseragam hitam putih) terlihat naik ke atas panggung yang berdiri megah
Di atas panggung para santri duduk berbaris dengan rapi mengalunkan ayat-ayat suci Al Qur’an dengan kompak, seirama, tartil serta faseh. Para wali santri melakukan pendampingan duduk di depan panggung mengenakan style gamis hitam, berhijab warna kuning, mereka sangat terharu dan bangga melihat putra putrinya pandai membaca Al-Qur’an secara baik.

Selanjutnya berlangsung pembagian reward (penghargaan berupa ijasah) dari pengasuh TPQ Darul Muta’allimin kepada para satri sebagai bentuk integritas bahwa anak didik telah mencapai puncak Khotmil Quran, atau yang sering disebut Khatam Al-Quran merupakan pondasi dasar pagi para santri untuk lebih memahami isi dan makna kandungan Al-Qur’an secara universal dari para pengajar (pengasuh) TPQ Darul Muta’allimin.
Dilanjutkan acara pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Fauzi menambahkan suasana religius islami nampak seperti cahaya Nur menghias dan terdengar diantara sudut heningnya suasana malam itu.

Pengasuh TPQ Darul Muta’allimin, Ahmad Mu’tashim (selaku pendamping KUA Kapanewon Girisubo) menyampaikan, seperti halnya yang didawuhkan oleh KH. Muhammad Munawwir, sebagai pengasuh dan guru akan memberikan ilmu kepada santrinya bahwa mengaji Al-Qur’an supaya diselesaikan sampai khatam agar menjadi orang mulia yang terkandung makna bahwa Al-Quran adalah entitas ketika kita sudah memutuskan untuk belajar wajib menyelesaikan sampai puncak.
“Artinya, bahwa hati, lisan dan pikiran para santri benar-benar bisa membaca Al-Qur’an dengan tartil dan faseh,” jelas Ahmad.
Ia dengan detail menjelaskan bahwa berdirinya TPQ Darul Muta’allimin di sini tujuan utamanya adalah sebagai upaya memberantas buta huruf Al-Qur’an.

“Untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an, pengenalan sejak dini tentang agama, pembiasaan ibadah bagi anak-anak karena Agama merupakan pondasi utama dalam setiap nafas kehidupan. Kalau sejak dini sudah ditanamkan agama maka ke depan akan menjadi generasi yang kuat lahir batin,” ujar Ahmad.
“Kita mengenalkan sejak dini kepada santri tentang Al-Qur’an dalam kontek agama islam. Sebagai contoh tadi atas panggung siswa bisa hafalan kategori Pasholatan bagian dari pembiasaan ibadah bagi anak-anak,” ucapnya.
Acara Haflah Khotmil Qur’an Daarul Muta’allimin ke-06 yang Khotmil ada 144 santri dari berbagai Kalurahan (Kapanewon Tepus, Girisubo dan Rongkop) dengan sejumlah santri yang dikhatami ada 114 yang 45 pasholatan, 50 juz amma dan yang khatam Al-Qur’an ada 20 santri.
Khotmil Quran Daarul Muta’allimin diadakan setiap tiga (3) tahun sekali dan sekarang merupakan haflah yang ke-6. Kita sangat berharap semoga para santri khususnya dan masyarakat pada umumkan menjadi anak-anak yang saleh/salihah.
“Terlebih kita sangat berharap semoga saudaraku para wali santri maupun masyarakat menjadi warga masyarakat yang baik, bijaksana, taat beragama sehingga akan tercipta hidup yang damai, sejahtera, rukun dan maslahah maka akan terwujud masyarakat yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur.” imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh ketua panitia Alim Mughofar (selaku ketua Karang Taruna AMOR), “saya ketua panitia berharap semoga dengan momen yang sangat luar biasa ini tauladan dan menjadi berkah untuk semuanya, santri yang dikhatami menjadi santri yang bermanfaat bagi keluarga maupun ummat nantinya, Aamin.” ujar Alim.
Untuk diketahui acara Haflah Khotmil Qur’an Daarul Muta’allimin ke-06 berjalan dengan lancar menghadirkan penceramah Gus Syarif Hidayatullah dari Tempel, Kabupaten Magelang Jawa Tengah dan sebagai pembaca do,a kkhataman oleh KH Badarudin Said dari Paliyan, Gunungkidul.














