
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyerahkan bantuan uang tunai Rp3 miliar secara simbolis kepada perwakilan pemerintah daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, di Gedhong Wilis (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Bentuk kepedulian terhadap sesama Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp 3 miliar untuk mendukung penanganan bencana banjir bandang di tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa 9 Desember 2025.
“Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian untuk membantu penyelesaian masalah banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kami juga sudah mengirimkan obat-obatan ke lokasi terdampak,” ujar Sultan HB X.
Bantuan keuangan yang diberikan masing-masing Rp 1 miliar, dibagi untuk Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, Pemda DIY juga membuka bantuan pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana. Sri Sultan menegaskan, bantuan pendidikan ini telah rutin dilakukan DIY pada bencana-bencana sebelumnya, termasuk di Aceh, Sumatera Barat, NTB, hingga Palu.
“Kami sudah kontak kampus-kampus di Jogja. Jika ada mahasiswa yang keluarganya terdampak, kami minta datanya. Jogja secara tradisi membantu mahasiswa yang sedang kesulitan, baik biaya kuliah maupun living cost,” kata Ngarsa Dalem.
Kondisi Terkini Sumatera Barat dan Aceh
Pada kesempatan yang sama, Inspektur Pembantu III Provinsi Sumatera Barat, Rahmah Febriani, menjelaskan kondisi terkini wilayahnya kepada awak media dilokasi.
“Jumlah rumah rusak yang tercatat ada sekitar 1.700 unit di Sumatera Barat. Periode bantuan diperpanjang hingga 22 Desember 2025 karena masih banyak mayat yang belum ditemukan dan akses infrastruktur yang belum pulih,” ujarnya.
Ia menambahkan, wilayah terdampak masih kekurangan pasokan makanan dan logistik.
“Bantuan dari Pemda DIY sangat membantu, terutama untuk daerah-daerah yang anggarannya terbatas. Tapi akses dan infrastruktur masih membutuhkan perhatian lebih,” jelas Rahmah.
Dari Aceh, Basyir Abu Bakar, Inspektorat Pengawas Pemerintahan Daerah Aceh, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemda DIY dan masyarakat Jogja atas bantuan ikhlasnya. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat Aceh, khususnya di kabupaten-kabupaten yang terdampak berat,” ujarnya.
Terkait kondisi di lapangan, Basyir mengatakan, meski beberapa wilayah sudah terbantu, masih ada daerah terisolir yang membutuhkan logistik melalui helipad. Listrik dan air bersih pun belum sepenuhnya normal, terutama di daerah terdampak.
“Di Banda Aceh mungkin sudah 60 persen normal, tapi di daerah lain masih sangat berat,” katanya.
Ia juga menyoroti pendataan mahasiswa terdampak bencana.
“Kami belum menerima data detail mengenai masyarakat yang keluarganya terdampak. Mungkin pemerintah Aceh bisa mengirimkan data tersebut ke Pemda DIY,” jelasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












