
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut ada tiga mesin utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketiga fokus tersebut adalah hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat memberikan kuliah umum bertajuk “Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Maju: Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Masa Depan Bangsa” di auditorium Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (6/2/2026). Acara ini digelar bersamaan dengan reuni alumni Teknik Mesin UGM angkatan 1981.
Reuni alumni Teknik Mesin FT UGM angkatan 1981 ini turut dihadiri Rektor UGM Prof. Ova Emilia, Dekan Fakultas Teknik Prof. Ir. Selo, Ph.D., Ketua Departemen Teknik Mesin dan Industri Dr. Muslim Mahardika, serta anggota DPR RI Ir. Budi Sulistyono. Kehadiran Menko Airlangga menjadi bagian dari rangkaian Sharing Session dan perayaan reuni ke – 45 alumni.
“Ketiga mesin ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Airlangga.
Airlangga menekankan pentingnya hilirisasi industri sebagai kunci menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Menurutnya, untuk mendorong hilirisasi, pemerintah perlu memperkuat pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi pengembangan sumber daya manusia.
“Pembiayaan sektor pendidikan dan kesehatan saat ini menjadi kebutuhan yang mendesak,” jelasnya.
Sementara itu, soal ketahanan pangan, Airlangga menyoroti strategi pemerintah untuk mencapai kedaulatan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.
“Ketika terjadi krisis, kita harus punya stok pangan sendiri. Itu sebabnya fokus pada food estate dan sektor pertanian menjadi sangat penting,” katanya.
Selain itu, Airlangga juga menyampaikan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan, khususnya di sektor energi dan teknologi. Ia menegaskan pengembangan SDM menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
“Yang berkelanjutan itu bukan hanya berbasis sumber daya alam, tetapi berbasis sumber daya manusia,” ucapnya.
Disamping itu, Airlangga menyinggung berbagai inisiatif strategis pemerintah, termasuk pengembangan platform GIG Economy. Program ini dirancang untuk membuka peluang kerja bagi generasi muda.
“Program ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk dapat berkontribusi secara produktif di tengah perubahan struktur pasar kerja,” katanya.
Kepada mahasiswa Teknik UGM, Airlangga mendorong agar mereka menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membangun karakter dan pengalaman selama menempuh pendidikan.
“Lulusan teknik mesin itu fleksibel, bisa bergerak ke banyak sektor, dan justru ada kemungkinan dibutuhkan di berbagai bidang,” pungkas Airlangga.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












