
Fenomena Sinkhole di Gunungkidul (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan kembali muncul di beberapa wilayah di Indonesia. Di Kabupaten Gunungkidul, DIY, sinkhole pertama muncul pada 7 Januari 2026 di rumah warga dengan ukuran sekitar 2 meter x 5 meter dan kedalaman 4 meter. Beberapa hari kemudian, sekitar 12 kilometer dari lokasi pertama, muncul sinkhole kedua di lahan pertanian dengan ukuran lebih kecil, 3 meter x 4 meter, dan kedalaman sekitar 3 meter. Fenomena serupa sebelumnya juga terjadi di Sumatera Barat, menyusul bencana longsor dan banjir bandang.
Guru Besar Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo ST, M.Eng, menjelaskan bahwa sinkhole adalah runtuhan vertikal permukaan tanah yang membentuk lubang dengan kedalaman bervariasi. Menurut Wahyu, runtuhan ini bisa muncul akibat rongga alami, pelarutan batuan, maupun aktivitas manusia seperti pertambangan.
“Proses pelarutan bisa lebih cepat jika curah hujan tinggi, sehingga fenomena ini sering muncul setelah hujan deras,”ujarnya, Jumat 20 Februari 2026.
Wahyu mengungkapkan, sekitar 8 persen daratan Indonesia berada di kawasan karst, sehingga risiko munculnya sinkhole cukup tinggi.
“Fenomena ini bisa dipicu oleh faktor alam maupun aktivitas manusia,” katanya.
Karena itulah, Wahyu menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda awal munculnya sinkhole. Beberapa di antaranya adalah retakan di permukaan tanah atau batuan dengan pola membulat, turunnya permukaan tanah dibanding sekitarnya, dan munculnya lubang-lubang kecil yang bisa membesar.
“Jika tanda-tanda ini terlihat, masyarakat sebaiknya segera melapor dan menjauhi lokasi,” tegasnya.
Lanjut Wahyu menyebut bahwa dampak munculnya sinkhole bisa cukup serius, baik bagi lingkungan maupun manusia. Secara ekologis, fenomena ini dapat mengubah topografi, merusak ekosistem flora dan fauna, mencemari air tanah, hingga menyebabkan erosi.
“Sementara bagi manusia, ancamannya bisa berupa risiko keselamatan hingga relokasi pemukiman jika sinkhole muncul di area hunian,” bebernya.
Oleh karena itu, Wahyu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat musim hujan.
“Masyarakat bisa melakukan ronda lingkungan pasca hujan untuk memantau tanda-tanda sinkhole atau bencana hidrometeorologi lainnya. Selalu siaga terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya.

🟢 Pimred & Redaktur: Mawan












