
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan arah kebijakan pembangunan di wilayah selatan. Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menekankan bahwa setiap aktivitas investasi harus berbasis pada prinsip keberlanjutan, dengan prioritas utama menjaga integritas ekologis kawasan Gunungsewu.
Sikap tegas tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (RAKORDAL) yang mengusung tema “Investasi yang Berkelanjutan di Kawasan Selatan”. Paparan ini disampaikan Endah sebagaimana dimuat dalam akun media sosial pribadinya.
Menurut Bupati Endah, kekayaan alam Gunungkidul yang berupa formasi karst, perbukitan kapur, hingga tebing pantai yang megah bukan hanya sekadar objek estetika. Lebih dari itu, bentang alam ini merupakan fondasi ekologis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi identitas geokultural yang tak ternilai bagi daerah.
“Keunikan ini adalah fondasi ekologis yang menciptakan nilai ekonomi premium, sebuah warisan geokultural yang mendefinisikan jati diri kawasan Gunungkidul,” tegasnya.
Tantangan Neraca Alam
Endah juga membedah dinamika alam di wilayahnya yang berada pada keseimbangan yang sangat rapuh. Terdapat kontras yang jelas antara potensi dan tantangan yang harus dikelola dengan cerdas.
Di satu sisi, wilayah seperti Kapanewon Tepus dan Tanjungsari memiliki keunggulan sebagai lumbung pangan yang memberikan surplus bagi daerah. Namun di sisi lain, wilayah selatan lainnya seperti Girisubo, Tepus, dan Panggang menghadapi tantangan berat berupa krisis ketersediaan air bersih atau defisit hidrologis yang ekstrem.
Kondisi ini menjadi dasar utama bahwa investasi yang masuk tidak boleh merusak tatanan alam. Investasi yang menggunakan air secara berlebihan atau merusak struktur tanah karst justru akan memperburuk kondisi lingkungan yang sudah rentan.
Oleh karena itu, Endah mengarahkan agar investasi yang dikembangkan haruslah yang mendukung konservasi air, pertanian ramah lingkungan, energi terbarukan, dan geowisata. Model investasi semacam ini dinilai paling tepat untuk mengubah kekayaan alam menjadi kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan.









