
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Suasana keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai pertemuan silaturahmi yang digelar oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0734/Kota Yogyakarta bersama para Pinituwa Tuwanggana atau Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) se-Kota Yogyakarta, pada Rabu (20/5/2026). Forum strategis yang berlangsung di Markas Kodim ini turut dihadiri jajaran manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Marta Kota Yogyakarta, menandai langkah nyata penguatan kerja sama lintas sektor demi menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan publik bagi seluruh warga masyarakat.
Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi instrumen strategis untuk memperkokoh jembatan komunikasi antara unsur aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan penyedia layanan publik. Menurutnya, dinamika serta peristiwa yang berkembang di Kota Yogyakarta belakangan ini menjadi perhatian bersama, sehingga kehadiran kebersamaan dan keterlibatan aktif seluruh pihak sangat dibutuhkan guna mencegah potensi gangguan keamanan, ketertiban, maupun persoalan sosial yang mungkin timbul di lingkungan.
“Tujuan utama kami adalah semakin mendekatkan diri dengan seluruh elemen yang ada di Kota Yogyakarta. Apabila terindikasi adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, kita dapat segera berkoordinasi dan bersama-sama mencari jalan keluar yang terbaik. Harapan kami, sinergi yang terjalin ini mampu mencegah hal-hal negatif yang dapat merugikan ketenangan dan kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Arif Setiyono.
Selain memfokuskan pembahasan pada aspek keamanan, forum ini juga menjadi wadah krusial untuk menyuarakan dan menindaklanjuti pemenuhan kebutuhan dasar warga, yakni akses terhadap air bersih yang layak dan sehat. Dalam kesempatan tersebut, Direktur PDAM Tirta Marta Kota Yogyakarta, Dani Darmawan, memaparkan visi pelayanan yang ia usung sejak dilantik menjabat pada 9 Januari 2026 silam. Ia menyampaikan amanah yang diterima dari Wali Kota Yogyakarta untuk terus memaksimalkan kualitas pelayanan serta penyediaan air bersih yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Inti dari tugas dan keberadaan kami adalah pelayanan. Fokus utama yang kami genggam adalah terus memperbaiki kinerja internal dan memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh setiap warga Kota Yogyakarta,” ungkap Dani.
Pertemuan dengan para tokoh masyarakat ini dinilai Dani sebagai peluang emas untuk mendekatkan jangkauan layanan PDAM hingga ke tingkat akar rumput. Ia pun meminta dukungan penuh dari para Pinituwa untuk turut menyebarluaskan edukasi pentingnya mengonsumsi air yang telah memenuhi standar kesehatan. Hal ini didasari oleh temuan tim teknis di lapangan yang menunjukkan adanya indikasi kandungan bakteri E. coli pada air tanah maupun sumur komunal di sejumlah wilayah. Bakteri tersebut diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan, berpotensi menimbulkan gangguan penyakit, hingga dapat menghambat proses pertumbuhan pada anak-anak dan balita.
Menjawab tantangan tersebut, Dani memastikan secara tegas bahwa air bersih yang disalurkan melalui jaringan perpipaan PDAM Tirta Marta telah melalui serangkaian proses pengecekan dan pengolahan yang ketat, sehingga dipastikan bebas dari kandungan bakteri berbahaya tersebut.
“PDAM hadir di tengah masyarakat untuk menjamin ketersediaan air minum yang sehat, aman, dan layak dikonsumsi. Kualitas air yang kami distribusikan senantiasa kami jaga dan kami pastikan terbebas dari bakteri E. coli, demi terjaganya kesehatan seluruh keluarga yang tinggal di Kota Yogyakarta,” tegas Dani.
Sementara itu, Ketua Pinituwa Tuwanggana Kota Yogyakarta, Eko Wahyu Prasetyo, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pertemuan strategis ini. Ia menilai kolaborasi yang terbangun antara masyarakat, aparat keamanan, dan penyedia layanan publik merupakan kunci utama dalam mewujudkan kawasan kota yang aman, nyaman, serta tenteram bagi seluruh warganya.
Eko juga mengingatkan kembali pesan luhur Sri Sultan Hamengku Buwono mengenai peran vital para Pinituwa sebagai pemersatu dan penjaga keharmonisan serta ketenteraman masyarakat. Oleh karenanya, kerja sama lintas sektor seperti ini harus senantiasa dipelihara, diperkuat, dan dikembangkan.
“Selain urusan keamanan yang menjadi tanggung jawab dan dijaga ketat oleh aparat, kepastian akses terhadap air bersih bagi seluruh warga juga merupakan kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi. Kolaborasi yang melibatkan seluruh pihak ini dipastikan akan membawa dampak besar serta manfaat nyata dalam meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta,” pungkas Eko.
🌐 Penulis: Umar









