WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam aspek spiritual tetapi juga penguatan ekonomi umat. Hal tersebut terlihat dalam pertemuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang berlangsung di rumah Ibu Tentrem Lestari, RT 008 Paingan, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Senin (21/09/26) pukul 14.30 WIB.
Dalam kegiatan yang dipandu oleh Pendamping PKH, Erwan Febri Wijayanto, difokuskan sosialisasi materi Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Program dari Kementerian Sosial ini menghadirkan bantuan modal usaha senilai Rp5.000.000 bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan disalurkan dalam bentuk barang kebutuhan usaha seperti bahan dagangan, kebutuhan kuliner, atau peralatan jasa sesuai pengajuan KPM untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Mukhyidin, S.Kom. dan Muhammad Musodiqin, S.Sos., hadir memberikan sentuhan nilai-nilai keagamaan dalam menyikapi bantuan usaha tersebut. Di hadapan para anggota PKH, disampaikan pesan moral berpijak dari hadis Rasulullah SAW: “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan” (HR. Muslim). Pesan ini disampaikan untuk memotivasi warga agar terus berikhtiar memajukan usahanya sehingga mampu bertransformasi menjadi pribadi dan keluarga yang mandiri secara ekonomi.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan para penyuluh dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini.
“Kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam forum PKH adalah bentuk sinergi nyata antara pembinaan spiritual dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami berharap bantuan modal usaha PPSE ini dimaknai sebagai amanah untuk mewujudkan etos kerja dan kemandirian, sehingga KPM kelak tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual,” ujar Rangga.
Melalui pendampingan berkelanjutan dari Penyuluh Agama Islam dan Pendamping PKH, diharapkan bantuan usaha modal barang bernilai Rp5.000.000 tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para KPM di Paingan untuk menggerakkan roda perekonomian keluarga.(myid)
Penulis
Redaktur: Mawan

