(foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memprediksi sekitar 60.000 penonton akan memadati kawasan Malioboro dalam gelaran tahunan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026. Event unggulan dalam rangkaian HUT Kota Yogyakarta tersebut diharapkan menjadi penggerak kunjungan wisata sekaligus mendorong okupansi hotel dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muh Zandaru Budi Purwanto, mengatakan Pemkot Yogyakarta optimistis pelaksanaan WJNC 2026 dapat memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian target 11 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2026.
Target tersebut dibarengi dengan sasaran belanja wisatawan rata-rata Rp2,3 juta per orang serta length of stay atau lama tinggal wisatawan mencapai 1,78 hari.
“Penonton yang kita harapkan di kawasan Malioboro itu 60.000. Dengan adanya WJNC ini kami optimis target itu bisa terpenuhi dan kemudian akan menyumbang pendapatan asli daerah yang meningkat dari sektor pariwisata,” ujar Zandaru di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, tingginya animo masyarakat dan wisatawan terhadap WJNC menjadi peluang untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Kehadiran puluhan ribu penonton tidak hanya berpotensi meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata, tetapi juga memberikan efek terhadap usaha akomodasi, kuliner, perdagangan, transportasi, hingga sektor ekonomi kreatif.
Pemkot Antisipasi Parkir Liar Saat WJNC
Di tengah persiapan menyambut tingginya jumlah pengunjung, persoalan tarif parkir liar atau yang kerap disebut “nuthuk” menjadi salah satu perhatian Pemkot Yogyakarta. Praktik tersebut dinilai berpotensi merusak kenyamanan wisatawan sekaligus mencoreng citra pariwisata Yogyakarta.
Zandaru menegaskan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan skema penataan titik parkir resmi. Pengawasan juga akan diperketat untuk mengantisipasi adanya oknum juru parkir yang memanfaatkan momentum pelaksanaan WJNC untuk menarik tarif di luar ketentuan.
“Jangan sampai kemudian memanfaatkan momentum event, apalagi ini HUT Kota, untuk menarik tarif sembarangan,” tegasnya.
Penataan dan pengawasan parkir tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan wisatawan selama berlangsungnya rangkaian kegiatan WJNC 2026. Dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang, pengelolaan mobilitas dan fasilitas pendukung menjadi salah satu faktor penting agar pelaksanaan event berjalan tertib.
Tujuh Layar LED Disiapkan di Sepanjang Malioboro
Selain persoalan parkir, Pemkot Yogyakarta juga mengantisipasi potensi penumpukan massa di kawasan Titik Nol Kilometer. Untuk memberikan alternatif lokasi bagi pengunjung dalam menyaksikan pawai, panitia menyiapkan tujuh layar LED raksasa yang ditempatkan di sepanjang Malioboro.
Keberadaan layar tersebut diharapkan dapat membuat distribusi penonton lebih merata sehingga masyarakat tidak harus berkumpul di satu titik untuk menyaksikan kemeriahan WJNC 2026.
“Tiga baliho besar berisi peta informasi fasilitas publik seperti toilet, masjid, pos medis, hingga APAR juga dipasang di area strategis,” paparnya.
Informasi mengenai fasilitas publik tersebut diharapkan memudahkan pengunjung menemukan kebutuhan layanan selama berada di kawasan Malioboro. Penyediaan informasi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan aspek kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama event berlangsung.
Pengunjung Diminta Jaga Kebersihan dan Patuhi KTR
Seiring dengan prediksi tingginya jumlah pengunjung, Pemkot Yogyakarta kembali mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kebersihan kawasan Malioboro.
Pengunjung diminta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta memisahkan sampah organik dan nonorganik. Imbauan tersebut penting mengingat tingginya aktivitas masyarakat selama berlangsungnya event berpotensi meningkatkan volume sampah di kawasan wisata.
Selain menjaga kebersihan, pengunjung juga diminta mematuhi ketentuan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang berlaku di sepanjang area Malioboro.
“Di Malioboro itu kawasan tanpa rokok”, pungkas Zandaru.

Redaktur: Mawan

