Rilis 33 lagu dalam tiga tahun, Vanya Wijaya bersama GSI Records kenalkan kekayaan Malang Raya. (Dok. Istimewa)
WARTA-JOGJA.COM || MALANG – Penyanyi muda Vanya Wijaya bersama GSI Records, bagian dari Senada Music Group, memperkenalkan kekayaan sejarah, alam, dan budaya Malang Raya melalui album Bumi Kanjuruhan. Album tersebut diluncurkan dalam konser JIWANTARA KANJURUHAN 2026 pada 25 Oktober 2026 di Malang, sebagai bagian dari upaya mengembangkan talenta musik sekaligus mengangkat identitas budaya daerah.
Produktivitas Vanya di industri musik juga menjadi perhatian. Dalam tiga tahun terakhir, ia telah merilis 33 single, termasuk dua mini album. Pengalaman tersebut memperkuat kemampuannya dalam mengembangkan karakter vokal dan menghayati pesan di balik setiap lagu.
Album Bumi Kanjuruhan memuat komposisi karya Rulli Aryanto dan Tety Widiastuti. Untuk mendalami materi lagu, Vanya mempelajari foto dan video mengenai lokasi serta kebudayaan yang menjadi inspirasi karya tersebut.
“Aku ingin setiap lagu yang aku nyanyikan bisa membuat orang ikut merasakan ceritanya, bukan hanya mendengarkan musiknya,” ujarnya.
Dalam penggarapan album, Vanya mendapat bimbingan dari Rulli Aryanto, Tety Widiastuti, pelatih vokalnya, Farugh, serta tim produksi.
JIWANTARA KANJURUHAN Buka Peluang Talenta Baru
Konser JIWANTARA KANJURUHAN 2026 juga menghadirkan sembilan finalis kompetisi Jagoan Nyanyi Jiwantara Kanjuruhan. Mereka merupakan peserta terpilih dari tiga sesi kompetisi yang berlangsung selama lima bulan.
Para finalis membawakan lagu-lagu dari album Bumi Kanjuruhan dengan karakter dan interpretasi masing-masing. Vanya menyambut positif kesempatan tersebut karena karya musik dapat berkembang melalui berbagai gaya penyampaian penyanyi.
“Awalnya lagu-lagu itu hanya aku yang menyanyikan, tetapi sekarang teman-teman juga bisa membawakannya dengan gaya dan karakter mereka masing-masing,” tuturnya.
Vanya berpesan agar para finalis terus mengembangkan kemampuan, menghargai sesama penyanyi, menghormati pencipta lagu, serta membangun karakter musikal tanpa harus meniru orang lain.
Denny Wijaya dari GSI Records menjelaskan, JIWANTARA KANJURUHAN 2026 dirancang sebagai ekosistem pengembangan musik yang menghubungkan pencipta lagu, penyanyi, dan talenta baru. Penilaian kompetisi tidak hanya berfokus pada kemampuan vokal, tetapi juga interpretasi lagu, penghayatan, penguasaan panggung, konsistensi, dan potensi perkembangan peserta.
“Kompetisi bukanlah tujuan akhir,” kata Denny.
Ia menambahkan, GSI Records bersama Senada Music Group ingin membangun proses pengembangan yang mencakup penciptaan lagu, produksi rekaman, pembinaan penyanyi, kesempatan tampil, hingga distribusi karya.
“Satu karya tidak berhenti pada satu penyanyi atau satu album, tetapi dapat berkembang melalui interpretasi penyanyi lainnya,” ujarnya.
Angkat Potensi Budaya dan Pariwisata Malang Raya
Menurut Denny, Malang Raya memiliki potensi besar sebagai sumber inspirasi musik melalui sejarah, budaya, kesenian, dan destinasi wisatanya. Melalui album Bumi Kanjuruhan, GSI Records ingin memperkenalkan identitas daerah sekaligus memperluas apresiasi terhadap karya pencipta lagu.
Para peserta JIWANTARA KANJURUHAN 2026 berasal dari berbagai daerah, antara lain Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Sidoarjo, dan Kepanjen. Kompetisi digital dimanfaatkan untuk menjangkau talenta dari berbagai wilayah, yang selanjutnya memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran dan tampil secara langsung.
Ke depan, GSI Records menyiapkan pengembangan bagi talenta terpilih melalui kesempatan produksi rekaman, penguatan distribusi dan promosi digital, serta penyelenggaraan panggung lanjutan untuk membuka ruang kolaborasi.
Sementara itu, Vanya berharap dapat terus mengeksplorasi berbagai genre musik, berkolaborasi dengan musisi lain, serta membawakan karya yang mengangkat wisata, sejarah, dan budaya Indonesia hingga ke panggung internasional.
“Semoga melalui lagu-laguku, semakin banyak orang yang mengenal Indonesia dan semakin bangga dengan budaya negeri sendiri,” ungkapnya.
Peluncuran album Bumi Kanjuruhan menjadi salah satu langkah mempertemukan kreativitas musik, pengembangan talenta, dan promosi budaya daerah. Melalui karya tersebut, Vanya Wijaya dan GSI Records berharap kekayaan Malang Raya semakin dikenal luas sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)
Redaktur: Mawan

