WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Delapan ekor kambing milik tiga warga Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, ditemukan mati mengenaskan dengan luka gigitan dan kondisi tubuh tercabik-cabik, Selasa (3/11/2026). Kematian delapan ternak tersebut diduga akibat serangan anjing liar yang menyasar tiga lokasi kandang berbeda di wilayah Padukuhan Jati, Condong, dan Boto Lor.
Peristiwa tersebut kembali menimbulkan keresahan di kalangan peternak Gunungkidul. Sebelumnya, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Bohol. Kali ini, serangan diduga anjing liar menyasar ternak milik warga Botodayaan dengan total kerugian delapan ekor kambing.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Polsek Rongkop, laporan kejadian diterima setelah warga mendapati kambing peliharaan mereka mati pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Korban pertama adalah Ngatijan, warga Padukuhan Jati RT 01/RW 12. Sebanyak tiga ekor kambing miliknya ditemukan mati di kandang yang berada di kawasan Bulak Pleret.
Kejadian bermula sekitar pukul 06.30 WIB ketika Ngatijan hendak menuju kandang untuk memberikan pakan ternaknya. Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati tiga ekor kambing miliknya sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh tercabik-cabik.
Kejadian serupa juga dialami Lartowiyono, warga Padukuhan Jati. Sebanyak tiga ekor kambing miliknya yang berada di kawasan Alas Plonjoro, Padukuhan Condong, ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan.
Sementara itu, dua ekor kambing milik Gina, warga Padukuhan Boto Lor RT 02/RW 05, juga ditemukan mati diduga akibat serangan anjing liar.
Dari pemeriksaan awal terhadap kondisi ternak, ditemukan luka gigitan pada sejumlah bagian tubuh, terutama leher, perut, dan kaki belakang.
Mengetahui kejadian tersebut, para pemilik ternak segera melaporkan peristiwa itu kepada Dukuh Rudianto dan Dukuh Endro. Laporan kemudian diteruskan kepada Pemerintah Kalurahan Botodayaan dan Polsek Rongkop.
Menindaklanjuti laporan warga, petugas Polsek Rongkop, Agus Suroso bersama sejumlah petugas lainnya, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.
Penanganan di lapangan juga dihadiri Panewu Rongkop Asih Wulandari, AP., MM., bersama Panewu Anom Kardiyono, S.IP., MM. Turut hadir Lurah Botodayaan Wasjio beserta jajaran pamong kalurahan serta petugas kesehatan hewan, drh. Lina Findayani.
Peternak Diimbau Mendekatkan Kandang ke Permukiman
Menyikapi kejadian tersebut, Kapolsek Rongkop mengimbau masyarakat, khususnya peternak yang masih menempatkan ternaknya di ladang atau kandang jauh dari permukiman, agar mempertimbangkan untuk memindahkan ternak ke lokasi yang lebih dekat dengan rumah.
Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan keamanan dan memudahkan pemilik melakukan pengawasan terhadap ternaknya, terutama pada malam hingga pagi hari.
Meski demikian, memelihara kambing di ladang yang jauh dari permukiman telah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat setempat. Selain memudahkan pemberian pakan, lokasi tersebut juga dinilai lebih praktis untuk mengelola kotoran ternak yang dimanfaatkan sebagai pupuk bagi lahan pertanian.
Kendati demikian, kejadian yang menyebabkan delapan ekor kambing mati dalam satu hari ini menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat dan peternak di wilayah Botodayaan. Kewaspadaan serta pengawasan terhadap ternak perlu ditingkatkan guna mengantisipasi kejadian serupa.

Redaktur: Mawan

