Safiera Anindya Syaafiyana menjadi lulusan S2 termuda UGM di usia 22 tahun melalui program fast track Fakultas Kehutanan dan pengalaman akademik di NUS. (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM || YOGYAKARTA – Safiera Anindya Syaafiyana membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk merengkuh prestasi akademik tertinggi. Di usianya yang baru menginjak 22 tahun 1 bulan 20 hari, ia resmi menyandang gelar Magister Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus dinobatkan sebagai lulusan S2 termuda pada Wisuda Program Pascasarjana Periode I TA 2026/2027.
Capaian tersebut diraih Safiera melalui program fast track di Fakultas Kehutanan UGM, yang memungkinkannya menempuh jenjang magister sejak semester tujuh program sarjana (S1). Prestasi ini terbilang impresif mengingat rata-rata usia dari 2.145 lulusan magister UGM pada periode ini berada di angka 29 tahun 6 bulan.
Safiera mengungkapkan, dorongan terbesarnya mengambil jalur percepatan ini berangkat dari cita-citanya untuk berkarir sebagai akademisi dan peneliti. Peluang emas dari pembukaan program fast track perdana di fakultasnya pun langsung ia manfaatkan.
“Menurutku, pendidikan yang lebih tinggi dari S1 menjadi salah satu bekal untuk menekuni cita-cita itu. Jadi, ketika ada kesempatan mengikuti fast track, ya aku merasa program itu sejalan dengan tujuanku,” ujar Safiera, Kamis 5 November 2026.
Sebagai angkatan pertama fast track di Fakultas Kehutanan UGM, perjalanan Safiera tak lepas dari kendala teknis dan administratif, terutama terkait integrasi sistem akademik.
“Karena masih angkatan pertama banget, ada banyak hal-hal yang tidak terpikirkan yang malah terjadi saat itu. Salah satunya aku pernah ada kendala di tabrakan mata kuliah S1 sama S2,” tuturnya.
Meski dihadapkan pada beban perkuliahan ganda, Safiera tetap aktif mengeksplorasi kegiatan di luar akademisi kampus. Ia sukses menyelesaikan program pertukaran mahasiswa di National University of Singapore (NUS) selama satu semester, serta menjalani magang di perusahaan perkebunan karet pada semester tiga jenjang magister.
Untuk menjaga performa akademiknya di tengah rentetan agenda padat, Safiera mengandalkan manajemen waktu dan kedisiplinan yang ketat.
“Aku biasanya bikin to-do list mingguan. Dari situ, aku atur apa yang harus dikerjakan setiap hari dan kapan waktunya fokus ke tesis, kuliah, atau tugas lain. Jadi, semuanya bisa lebih terencana,” ucapnya.
Keberhasilan studi Safiera juga tak lepas dari dukungan penuh lingkungan sekitar, termasuk arahan dosen pembimbingnya, Prof. Dr. Ir. Ronggo Sadono. Bimbingan tersebut mengantarkannya menyelesaikan tesis bertajuk “Pengembangan Kriteria dan Indikator Keberlanjutan Pengelolaan Hutan Adat: Studi Kasus Orang Rimba Jambi”.
“Bahkan ketika aku sedang ada kegiatan di luar kampus, beliau tetap membantu supaya proses studi dan penyusunan tugas akhirku bisa berjalan,” kata Safiera.
Perempuan yang kini berkarier di perusahaan perkebunan karet Royal Lestari Utama ini berpesan agar para mahasiswa tidak ragu mengoptimalkan potensi dan kesempatan yang ada selama masa perkuliahan.
“Manfaatkanlah kesempatan yang ada selama masih menjadi mahasiswa. Waktu itu nggak bisa diulang lagi. Jangan terlalu fokus sama suara-suara yang bikin kita ragu, tapi tetap terbuka untuk belajar dan mencoba hal baru,” pungkas Safiera.

Redaktur: Mawan


