
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo saat menghadiri Event Purwobhumi Living Museum Educulture Adventure Festival 2024, mempresentasikan cara penggunaan alat pendeteksi Tsunami kepada Pimpinan Search And Rescue (SAR) Wilayah 1, Sunu Handoko Bayu Sagara di Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul (foto Mawan Kamis 04 Juli 2024)
JAKARTA WARTA-JOGJA.COM – Pembatalan mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dari jabatan Pangkogabwilhan I banyak yang berspikulasi bahwa karena adanya kedekatan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Mantan Presiden RI ke-6 Try Sutrisno. Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, asumsi publik itu wajar.
Selain itu Jamiluddin Ritonga menilai, batalnya mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo menunjukkan sikap Presiden Prabowo Subianto bahwa Prabowo adalah presiden yang sesungguhnya. (dilansir dari Kompas com).

Jamiluddin menduga, Prabowo tidak menginginkan Letjen Kunto dimutasi dari jabatan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI sehingga TNI akhirnya memutuskan untuk membatalkan mutasi tersebut.
“Secara politis, Presiden tampaknya tak menginginkan pergantian tersebut. Presiden tetap menginginkan Kunto Arief tetap pada jabatannya,” kata Jamiluddin, Sabtu (03/05/2025).
“Hal ini tentu melegakan, karena Prabowo sudah menunjukkan sebagai presiden sesungguhnya. Sikap dan ketegasan seperti ini memang yang diinginkan rakyat dari Prabowo,” ujar dia melanjutkan.
Menurut Jamiluddin hal itu wajar kiranya bila perubahan keputusan itu menimbulkan spekulasi. Batalnya mutasi menjadi peristiwa tak lazim di TNI. Sebab, keputusan di militer biasanya melalui pertimbangan sangat matang.
Menurut Jamiluddin, nuansa politis dari mutasi Letjen Kunto mengemuka karena sosok pengganti putra eks Panglima ABRI Try Sutrisno itu ialah orang dekat mantan Presiden ke 7 Joko Widodo.
Hal ini memunculkan spekulasi Jokowi masih kuat di tubuh TNI,” katanya.
Jamiluddin menduga dianulirnya pergantian Letjen Kunto karena tak memperoleh restu Presiden RI Prabowo Subianto.

“Bisa jadi Prabowo yang meminta langsung ke Panglima TNI agar jabatan Kunto Arief dikembalikan,” lanjut dia.
Jamiluddin mengatakan dugaan itu makin menguat karena Prabowo sebagai pimpinan tertinggi di Indonesia yang bisa menganulir keputusan Panglima TNI.
“Selain Presiden tentu tak ada yang bisa menghentikan, apalagi menganulir keputusan Panglima TNI,” kata mantan Dekan FIKIM IISIP Jakarta itu.
Dia menyinyalir Prabowo tak menginginkan pergantian Letjen Kunto dicopot dari pos Pangkogabwilhan I, sehingga surat mutasi Panglima TNI dianulir.
“Kalau hal itu benar, berarti Prabowo tetap kuat di TNI. Tidak ada sosok lain yang cawe-cawe lebih kuat daripada Prabowo. Hal ini tentu melegakan karena Prabowo sudah menunjukkan sebagai presiden sesungguhnya. Sikap dan ketegasan seperti ini memang yang diinginkan rakyat dari Prabowo,” katanya.
Sumber Kompas.com








