
GUNUNGKIDUL || WARTA-JOGJA.COM – Lima (5) Kapanewon di wilayah kabupaten Gunungkidul terkena dampak cuaca ekstrem sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor. Paska kejadian itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul segera melakukan upaya penanganan guna meminimalisir dampak bencana.
Wilayah Kapanewon yang terdampak meliputi Semanu, Wonosari, Playen, Paliyan, dan Patuk, dengan tujuh kalurahan yang mengalami dampak, yakni Baleharjo, Semanu, Wonosari, Pampang, Grogol, Beji, dan Plembutan.
Disampaikan oleh Purwono selaku Kepala Pelaksanaan BPBD Gunungkidul beliau mengungkapkan, sebanyak 71 rumah terendam banjir, serta terjadi dua titik longsor di wilayah terdampak.
Akses sarana infrastruktur publik juga mengalami kerusakan, di antaranya dua talud rusak, empat jalan terganggu, serta dua jembatan terdampak banjir. Fasilitas umum yang terdampak termasuk satu tempat peribadatan yang ikut terendam.
Purwono menjelaskan, infrastruktur publik juga mengalami kerusakan, di antaranya dua talud rusak, empat jalan terganggu, serta dua jembatan terdampak banjir. Fasilitas umum yang terdampak termasuk satu tempat peribadatan yang ikut terendam.
“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gunungkidul langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment, evakuasi, serta memberikan bantuan peralatan dan pemakaman guna mempermudah penanganan bencana.” katanya, Sabtu (29/3/2025).
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. BPBD juga merekomendasikan pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebih yang berisiko tumbang akibat angin kencang. Warga juga diminta berhati-hati saat hujan deras untuk menghindari daerah rawan longsor, aliran sungai, serta objek berbahaya seperti pohon besar dan tiang listrik.
Paska kejadian ini tidak korban jiwa namun BPBD terus melakukan upaya terbaik untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak.






