
YOGYAKARTA || WARTA-JOGJA.COM – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar wisuda terbesar sepanjang sejarah berdirinya dengan mewisuda 5.320 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan selama tiga hari berturut-turut, 26 hingga 28 Agustus 2025 di Gedung Olahraga (GOR) UNY.
Namun di tengah kemeriahan wisuda, Rektor UNY Prof. Sumaryanto turut menyoroti perkembangan proses pencetakan ijazah yang sempat mengalami keterlambatan. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini baru sekitar 73,3 persen ijazah yang berhasil dicetak dari total kebutuhan tahun ini.
“Jumlah ijazah dari tiga periode wisuda tahun 2025 yakni pada Februari, Mei, dan Agustus mencapai 8.871. Dari jumlah itu, yang sudah tercetak sebanyak 6.503 ijazah atau sekitar 73,3 persen,” kata Prof. Sumaryanto, dalam sambutannya Selasa 26 Agustus 2025.
Ia juga menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut terjadi karena sejumlah proses administratif yang harus disinkronkan dengan data nasional. Meski begitu, menurutnya proses pencetakan kini telah menunjukkan progres positif.
“Yang membuat proses ijazah ini menjadi lancar adalah sinerginya dioptimalkan. Kami konsultasi, kemudian PD Dikti dan Pusat Informasi Sumberdaya Nasional (PISN) menyambut dengan kooperatif. Berkat kebersamaan, yang sulit jadi mudah dan yang berat jadi ringan,” ungkapnya.
Menurutnya, UNY menargetkan seluruh ijazah tahun ini akan tercetak 100 persen pada pertengahan September mendatang. Sumaryanto menyebut, wisuda periode Mei mencatat progres pencetakan tertinggi, yakni 90,9 persen dari total 1.579 wisudawan.
Selain soal ijazah, Prof. Sumaryanto juga menekankan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi peradaban bangsa. Ia berharap para lulusan dapat berkontribusi di bidang masing-masing dan siap menghadapi tantangan global.

“UNY juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para wisudawan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister dan doktoral, yang dibuka dua kali setiap tahun,” imbuhnya.
Wisudawan UNY Berprestasi
Dalam wisuda kali ini, ujar Sumaryanto, menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah UNY, yang mana mencakup 135 lulusan Program Doktor, 1.171 dari Program Magister, 3.386 dari Program Sarjana, dan 628 dari Program Sarjana Terapan.
“Ini menjadi momen penting dalam perjalanan UNY sebagai lembaga pendidikan tinggi. Pendidikan adalah investasi peradaban, dan kami ingin lulusan UNY mampu memberi kontribusi nyata di masyarakat serta bersaing di tingkat global,” ucapnya.
Sumaryanto merinci, lulusan kali ini berasal dari sepuluh fakultas dan sekolah pascasarjana. Fakultas Ilmu Pendidikan meluluskan jumlah terbanyak dengan 1.128 wisudawan, disusul Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya sebanyak 806, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebanyak 727. Sedangkan jumlah lulusan dari Fakultas Psikologi adalah yang paling sedikit, yakni 91 orang. Wisuda ini juga diwarnai dengan berbagai pencapaian akademik.
Kemudian, sebanyak 38 lulusan meraih predikat summa cumlaude, terdiri atas 22 lulusan magister dan 16 doktor. Sementara itu, lebih dari 3.200 lulusan meraih predikat cumlaude dari berbagai jenjang studi. Capaian IPK tertinggi di jenjang doktor diraih Dr. Nurul Arifiyanti dari Ilmu Pendidikan Sekolah Pascasarjana, dengan IPK sempurna 4,00 sekaligus lulus tercepat.
Sedangkan di jenjang magister, prestasi serupa dicapai Nuri Aprilia Handayani, M.Pd., dengan IPK 4,00. Untuk Program Sarjana, IPK tertinggi diraih Reni Novia Alfiyanti, S.Pd. dari Manajemen Pendidikan dengan nilai 3,97. Sementara Amalia Fadlilah Amri, S.Tr.Ds. dari Tata Busana Fakultas Vokasi mencatat IPK tertinggi di jenjang sarjana terapan, juga 3,97.
Dari sisi usia, Aulia Aginta, S.Pd. menjadi lulusan termuda Program Sarjana di usia 20 tahun 8 bulan. Sedangkan lulusan termuda sarjana terapan adalah Sholihah Akmalia Ratri Nugrahani, S.Tr.Par., berusia 20 tahun 11 bulan.
Rekor jumlah wisudawan inilah, Sumaryanto, menegaskan peran UNY sebagai kampus penghasil sumber daya manusia unggul di berbagai bidang. Sebagai penutup sambutan, pihaknya mengajak para lulusan untuk terus belajar dan tidak berhenti pada jenjang saat ini.
“UNY membuka peluang untuk studi lanjut ke jenjang magister dan doktoral, bahkan dua kali setahun. Kami harap para lulusan terus menempuh pendidikan untuk menjawab tantangan abad 21,” pungkasnya.

🔴 PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN






