
Mortir 400 Kilo yang ditemukan di halaman rumah warga Padukuhan Tanjung, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman (foto: Olivia Rianjani Reporter WARTA-JOGJA.COM)
SLEMAN, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Tim penjinak bom (Jibom) dari Satuan Brimob Polda DIY melakukan upaya disposal terhadap mortir sepanjang lebih dari 1 meter yang ditemukan di halaman rumah warga Padukuhan Tanjung, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Proses pemusnahan (disporsal) tersebut dilaksanakan pada Senin 11 Agustus 2025 di Padukuhan Besalen, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan. Atau berada di bawah bukit dengan kedalaman sekitar 30 meter, yang dipilih karena dinilai lebih aman dan jauh dari permukiman.
Kapolresta Sleman, Kombes Edy Setyanto Erning Wibowo menjelaskan bahwa proses disposal telah dilakukan sebanyak empat kali, namun belum berhasil meledakkan mortir tersebut.
“Sudah dilakukan disposal tadi empat kali namun belum mendapatkan hasil. Karena sudah gelap dan malam, kita tunda dan akan dilanjutkan besok pagi sekitar jam 8,” ujar Edy saat ditemui dilokasi usai proses disporsal.

Lanjut Edy mengatakan, proses disposal lanjutan akan kembali dilakukan Selasa pagi, 12 Agustus 2025. Rekayasa lalu lintas dan pengamanan tambahan akan diterapkan di sekitar lokasi.
“Rencananya besok jam 8 pagi,” ucapnya.
Dengan demikian, ia menghimbau agar tidak berada dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer dari titik disposal. Untuk menjamin keamanan, polisi melakukan pengamanan ketat dan memasang garis polisi di sekitar lokasi.
“Saya himbau kepada seluruh masyarakat, besok rencana akan dilakukan disposal kembali. Mohon untuk sementara tidak berada di sekitar lokasi,” imbuh Edy.
Disposal ditunda, lanjut Edy, karena daya ledak dari upaya sebelumnya tidak mampu memicu ledakan. Tim Jibom akan meningkatkan kekuatan disposal dalam upaya berikutnya.
“Tadi dicoba dengan kekuatan sekian oleh ahli Jibom, rupanya belum meledak. Kemudian diulang lagi sampai keempat tapi masih belum. Besok kekuatannya ditambah lagi,” jelasnya.

Demi keselamatan, sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) dari dua padukuhan telah dievakuasi. Sebanyak 7 KK berasal dari Kalurahan Glagaharjo dan 14 KK dari wilayah Wukirsari. Mereka sementara ditempatkan di kantor kelurahan dan barak yang disiapkan pemerintah, dengan dukungan logistik dari Dinas Sosial termasuk dapur umum.
“Kalau merasa ragu-ragu, dari kelurahan sudah menyiapkan tempat. Dua kelurahan yaitu yang satu di barak, yang satu di aula kelurahan,” ujar Edy.
Meskipun warga sudah diizinkan kembali ke rumah, area sekitar lokasi disposal tetap steril dan tidak boleh dimasuki siapa pun hingga proses selesai.
“Kalau tadi penyampaian dari Jibom, itu enggak masalah bisa kembali. Namun di area tempat itu enggak boleh. Kita tetap jaga,” tegasnya.
Mortir tersebut diperkirakan merupakan bom pesawat sisa masa agresi militer kedua, dengan berat mencapai lebih dari 400 kilogram.

REDAKTUR: MAWAN





