WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Sebuah mobil Daihatsu Grand Max bernomor polisi AB-1451-BW mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Baron, tepatnya di Padukuhan Kepil, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Kendaraan tersebut diduga oleng akibat pengemudi kurang konsentrasi, kemudian menabrak pembatas jalan sebelum terjatuh ke lereng tegalan di sisi timur jalan. Akibat kejadian itu, pengemudi berinisial KW (26), warga Kepek, Wonosari, mengalami cedera kepala ringan dan masih menjalani perawatan medis di RSUD Wonosari.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Sugiyanto, membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut saat dikonfirmasi awak media pada Selasa pagi.
Berdasarkan informasi awal kepolisian, kecelakaan terjadi ketika kendaraan melaju dari arah selatan, yakni Mulo, menuju utara ke arah Wonosari. Saat melintasi ruas jalan yang relatif lurus, pengemudi diduga mengalami penurunan konsentrasi sehingga kendaraan kehilangan kendali.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), mobil Grand Max tersebut bergerak miring ke arah kanan atau sisi timur jalan.
Kendaraan kemudian menabrak pembatas jalan yang berada di lokasi kejadian. Setelah benturan tersebut, mobil tergelincir hingga terjatuh ke lereng tegalan yang posisinya lebih rendah dari permukaan jalan.
Ipda Sugiyanto menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan berkaitan dengan kurangnya konsentrasi pengemudi saat mengemudikan kendaraan.
“Diduga pengemudi kurang konsentrasi sehingga kendaraan oleng ke sebelah kanan atau sisi timur jalan, lalu menabrak pembatas jalan dan terjatuh ke lereng tegalan di bawahnya,” jelas Ipda Sugiyanto.
Meski demikian, penyebab kecelakaan tersebut masih didasarkan pada keterangan awal dan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Pengemudi mobil diketahui berinisial KW, laki-laki berusia 26 tahun yang berdomisili di wilayah Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Akibat kecelakaan tersebut, KW mengalami cedera pada bagian kepala. Berdasarkan keterangan medis yang disampaikan kepolisian, korban mengalami cedera kepala ringan dan belum sepenuhnya sadar saat mendapatkan penanganan di RSUD Wonosari.
Kondisi korban tersebut membuatnya masih harus menjalani perawatan dan pemantauan medis di rumah sakit.
“Hasil pemeriksaan medis dari RSUD Wonosari, pengemudi mengalami luka cedera kepala ringan dan dalam kondisi belum sadar. Saat ini masih dalam penanganan medis,” tambah Ipda Sugiyanto.
Belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kondisi korban setelah mendapatkan perawatan medis.
Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, petugas Satlantas Polres Gunungkidul melakukan penanganan di lokasi kecelakaan.
Petugas melaksanakan pemeriksaan tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan, serta mendata dan meminta keterangan dari para saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Langkah-langkah itu dilakukan untuk mendukung penanganan kecelakaan dan memperjelas rangkaian kejadian, termasuk dugaan faktor yang menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.
Kepolisian mengingatkan bahwa konsentrasi pengemudi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan, terutama ketika berkendara pada malam hingga dini hari.
Jalan Baron merupakan salah satu jalur penghubung kawasan selatan Kabupaten Gunungkidul dengan pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat di Wonosari. Jalur ini juga dilalui pengguna jalan yang menuju berbagai kawasan wisata di wilayah selatan.
Karakteristik jalan yang memiliki kontur naik-turun, tikungan, serta sejumlah titik dengan lereng atau tegalan di sisi jalan menuntut pengendara untuk lebih berhati-hati. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya saat melintas pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.
Selain faktor kondisi jalan, kelelahan dan rasa kantuk juga dapat menurunkan kemampuan pengemudi dalam merespons situasi lalu lintas. Karena itu, pengendara diimbau menjaga konsentrasi dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan.
Ipda Sugiyanto menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur Baron–Wonosari.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu konsentrasi, tidak memaksakan diri saat mengantuk atau lelah. Pastikan kondisi kendaraan prima, kurangi kecepatan saat di jalur Baron – Wonosari karena banyak tegalan dan jurang di sisi jalan. Keselamatan adalah yang utama,” pungkas Ipda Sugiyanto.
Kepolisian juga mengingatkan pengendara agar selalu menggunakan sabuk pengaman, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, serta beristirahat cukup sebelum melakukan perjalanan jauh.
Pengendara yang merasa lelah atau mengantuk sebaiknya berhenti di tempat aman untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Peristiwa kecelakaan tunggal di Jalan Baron ini menjadi pengingat pentingnya menjaga konsentrasi, mengendalikan kecepatan, dan memperhatikan kondisi fisik saat berkendara, terutama pada jam-jam rawan menjelang dini hari.

Redaktur: Mawan

