
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Padukuhan se-Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, pada hari Selasa, 23 Desember 2025 telah mengikuti pelatihan pembuatan/penulisan berita.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Kalurahan Jatiayu tersebut, dihadiri oleh Panewu Kapanewon Karangmojo, Emmanuel Krisno Juwoto, S.Sos, Lurah Kalurahan Jatiayu yang diwakili Carik Kalurahan, Setiyawan,S.IP, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat ( FK KIM ) Gunungkidul, Widi Arbany, Babinkamtibmas Jatiayu, S.Kristiyanto, para admin KIM sekalurahan Jatiayu serta mahasiswa/wi KKN Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Carik Setiyawan, S.IP dalam sambutanya mewakili Lurah Jatiayu mengharapkan agar KIM di Kalurahan Jatiayu yang terdiri dari 13 Padukuhan, setelah mengikuti pelatihan pembuatan/penulisan berita nantinya lebih aktif dan produktif dalam menyampaikan informasi kegiatan di masing – masing Padukuhan.
“Mohon maaf sampai saat ini pemerintah Kalurahan Jatiayu belum bisa memberikan semacam insentif kepada KIM di Padukuhan,” jelasnya.
Sementara itu, Panewu Kapanewon Karangmojo, Emmanuel Krisno Juwoto, S.Sos dan Babinkamtibmas, S.Kriatiyanto dalam sambutanya juga berharap agar KIM dari masing – masing Padukuhan sebanyak 13 kelompok, supaya lebih giat lagi dalam menyampaikan informasi informasi positif yang ada di tingkat Padukuhanya.
Beliau berharap kepada nara sumber dari FK KIM Gunungkidul untuk memberikan ilmu dan doronganya agar semua KIM di Jatiayu mendapat bekal cara menulis sebuah berita yang positif, bukan berita hoaxs, terang Panewu maupun Babinkamtibmas.
Narasumber dari FK KIM Gunungkidul, Wajiyo, M.Sholihudin yang juga wartawan dari warta-jogja.com dalam patihan ini menyampaikan pokok pokok cara pembuatan berita yang baik dan benar. Sebagai admin dan pengurus KIM di tingkat Padukuhan, setidaknya dengan bekal pelatihan pembuatan berita, setidaknya akan lebih detail dalam menyampaikan informasi publik.
“Syarat penulisan berita meliputi 5 unsur atau 5W+1H. Yaitu What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where ( dimana), Why(mengapa) dan How(bagaimana). Bisa dikatakan sebuah berita ketika informasi itu memuat jawaban 5W+1H,” jelasnya.
Karakter sebuah berita juga harus faktual, aktual,obyektif dan netral, berimbang, akurat dan lengkap.
Kusus kelompok KIM berkewajiban mengupload segala bentuk kegiatan di padukuhan masing-masing di Instagram. Informasi tersebut bisa menjadi sebuah berita ketika mampu menghadirkan secara lengkap 5W+1H, terangnya.
Wajiyo yang merupakan pengurus FK KIM Gunungkidul mengajak pada admin KIM di Jatiayu mulai aktif di IG. KIM bisa menjadi jembatan informasi, dari masyarakat ke pemerintah maupun informasi dari pemerintah ke masyarakat.
Kadang informasi yang kita anggap biasa dari kita, tapi ternyata luar biasa bagi orang lain, bahkan berita kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain, itu yang harus kita tanamkan pada diri kita untuk senang menulis dan menyampaikan informasi publik.
Season terakhir, tambahan dari ketua FK KIM Gunungkidul, Widi Arbani yang memotifasi pada para kreator KIM Jatiayu untuk mulai mengaktifkan akun IGnya untuk membantu pemerintah Kalurahan dalam menyampaikan informasi dari Padukuhan masing-masing.
Selain itu, KIM sebenarnya bisa menjadi motifator dan penggerak kelompok apapun di masyarakat, baik itu UMKM ataupun kemompok isaha di tingkat Padukuhan untuk dikenal masyarakat luas,imbuhnya. Berikutnya ditutup dengan foto bersama, pamong Kalurahan, nara sumber, peserta pelatihan dan mahasiswa KKN Duta Bangsa Surakarta.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








