WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Kunjungan kerja Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi, SP, MSi ke Kementrian Pertanian RI mencari kejelasan mengenai program yang pernah disampaikan beberapa waktu lalu, kunjungan kerja yang didampingi Kepala Bidang Penyuluhan Wagino, SE, Raditia Eka Kurniawan, SP,M.PWK. Catur Priharti, SP, M.URP serta Mei Rini, SP selaku Koordinator BPP Model di Gunungkidul yang juga turut serta mendampingi di Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung cukup hangat tersebut diterima oleh Kapala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Dr. Muhammad Amin,S.Pi, M.Si dan jajaran di ruang kerja Gedung D Lantai 7 Kementrian Pertanian RI, Kamis, (20/11/2025).
Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mohon arahan terkait dengan program YESS dari Kementrian Pertanian yang sudah berproses sejak tahun 2022 sampai saat ini belum ada kepastian.
“Sebetulnya kami yang didaerah sudah melakukan beberapa persiapan untuk menyambut program tersebut, walaupun secara struktural organisasi belum, karena memang kami belum mendapat petunjuk teknisnya, namun pada prinsipnya program yang nanti akan digulirkan ke daerah kami, kami menyambut baik dan siap untuk menerima,” jelasnya.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan “berkaitan dengan program ini kami juga memaklumi apabila masih ada proses-proses yang harus dipenuhi yang melibatkan dari beberapa unsur seperti IFAD, BAPENAS dan lain-lain,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Pusdiktan Muhammad Amin menyambut baik upaya kepala Dinas Pertanian Gunungkidul ia menjelaskan,“Sebagaimana program pemerintah yang digulirkan oleh Pak Presiden dan Pak Mentri memang harus kita jalankan karena untuk mendukung program-program tersebut kita harus bisa mencari terobosan-terobosan sehingga program ketahanan pangan bisa berjalan dengan baik seperti program-program yang sudah kita bangun melalui Polbangtan dan sebagainya,” ujarnya.
“Berkaitan dengan program YESS ini merupakan tahun terakhir untuk program YESSnya, menurutnya tahun 2022 kita sudah mengusulkan untuk keberlanjutan program ini agar tidak terhenti karena juga melalui beberapa hal seperti pergantian pejabat sehingga perjuangan dilanjutkan supaya tidak ada jeda namun masih banyak yang harus dilalui dengan beberapa proses administrasinya, komunikasinya dan beberapa hal lain, karena ini merupakan Bantuan Luar Negeri (BLN) yang melibatkan stakeholder serta ada beberapa proses yang harus kita lalui, kalau misalnya program YESS ini tidak bisa ditahun 2026 mudah-mudahan di tahun 2027 kita upayakan,” pungkasnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mendapatkan respon positif dari Kementrian Pertanian melalui Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementan RI sehingga proses perguliran program tersebut siap diterima.
Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) merupakan program dari Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan IFAD untuk menumbuhkan kewirausahaan dan ketenagakerjaan generasi muda di sektor pertanian. Program ini bertujuan untuk regenerasi petani dan menciptakan tenaga kerja milenial yang tangguh dengan memberikan pelatihan, magang, serta dukungan modal melalui hibah kompetitif.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








