
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Sungguh tragis, seorang wanita muda berinisial RN (28) warga Padukuhan Bintaos, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul diduga alami burnout (masalah pekerjaan) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di depan pintu kamarnya, Senin (14/04/2025)
Mengenai kronologi kejadian, Kapolsek Tepus AKP Solechan, S.H.,M.M. menjelaskan, sekira pukul 16.10 WIB mendapat laporan telah terjadi peristiwa gantung diri, korban tidak terlihat sejak siang hari.
Kejadian tidak wajar itu diketahui pertama kalinya oleh suaminya sendiri (saksi) ketika sepulang dari bekerja mau masuk ke dalam rumahnya, dirinya mengetahui ada yang mencurigakan semua pintu terkunci,
“Setelah mengintip di antara celah jendela kamar, korban sudah tergantung di gagang daun pintu kamarnya. Seketika itu sang suami dibantu warga sekitar mencongkel cendela kamar korban lalu masuk dan benar korban gantung diri,” jelas Kapolsek Tepus AKP Solechan, S.H.,M.M.
Korban RN melakukan gantung diri menggunakan kabel listrik di dalam kamarnya dengan posisi duduk, kakinya selonjor menghadap ke arah barat sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Kapolsek mengungkapkan sebelum melakukan tidakan gantung diri, RN disinyalir sempat memiliki permasalahan di tempat kerjanya.
Kemudian pihak medis dari Puskesmas Tepus 1 melakukan pemeriksaan dinyatakan tidak ada indikasi tindakan kekerasan ataupun penganiayaan,
“Korban murni gantung diri dan menurut keterangan saksi (suami) korban tidak memiliki riwayat sakit.” imbuhnya.
Awak media warta-jogja.com memonitoring di Kabupaten Gunungkidul dalam satu bulan sudah ada dua (2) korban gantung diri (gandir) di Kapanewon Playen hari Rabu (09/04/2025) dan sekarang di Tepus Senin (14/04/2025).
Penayangan berita ini tidak menginspirasi ke arah perbuatan negatif melainkan menghimbau melarang menirukan peristiwa serupa. Paska kejadian ini apabila ada orang terdekat kita merasa ada gejala depresi, kebingungan perlunya pendampinga segera dikonsultasikan kepada dokter, poli jiwa, atau klinik kesehatan, serta dengan berkonsultasi ke psikolog atau psikiater terdekat.













