Kajian malam Jumat di Masjid Al-Hidayah Trowono B, Gunungkidul, Ustadz Margito mengajak jamaah memperkuat keimanan melalui majelis ilmu (foto Jumiyo)
WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Kajian rutin malam Jumat di Masjid Al-Hidayah Trowono B, Kalurahan Karang Asem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (5/11/2026), menjadi momentum penguatan keimanan dan pembinaan spiritual umat. Dalam kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Muslim Masjid (KMM) bekerja sama dengan PDM Gunungkidul tersebut, Ustadz Margito, warga Kalurahan Grogol, mengajak jamaah untuk menjaga keimanan melalui pendalaman ilmu agama dan konsistensi menghadiri majelis ilmu.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Margito mengingatkan bahwa tantangan keimanan dan ketakwaan kini tidak hanya dihadapi kalangan lanjut usia, tetapi juga telah menjangkau remaja dan generasi muda. Karena itu, seluruh lapisan masyarakat perlu meningkatkan perhatian terhadap pembinaan keagamaan.
“Kita tidak boleh lengah. Tantangan keimanan kini sudah menyapa anak-anak muda kita. Maka, menjaga iman bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi setiap muslim,” ungkap Ustadz Margito.
Ia juga mengajak jamaah memahami dan mengamalkan enam rukun iman, yakni iman kepada Allah SWT, malaikat, kitab-kitab, rasul, hari kiamat, serta takdir baik dan buruk. Menurutnya, keimanan harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
“Kita percaya kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul, Hari Kiamat, dan Takdir baik maupun buruk. Tetapi kepercayaan itu harus dibuktikan dengan perbuatan. Salah satu bentuknya adalah kita berusaha selalu hadir di majelis ilmu, karena di sanalah iman kita diperbarui dan dikuatkan,” jelas beliau.
Selain sebagai sarana memperdalam pengetahuan agama, majelis ilmu juga berperan dalam membangun karakter, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga konsistensi umat dalam menjalankan ajaran Islam.
Ustadz Margito turut menyoroti pentingnya ketenangan batin di tengah kehidupan modern. Menurutnya, kegelisahan dan pikiran yang tidak tenang perlu diimbangi dengan memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT.
“Banyak orang hari ini mengalami penyakit yang namanya sulit tidur, pikiran yang tak tenang, dan hati yang gelisah. Obatnya sederhana: datanglah ke majelis ilmu, hadirilah kajian. Ketika hati menjadi tenang karena mengingat Allah dan memahami agama, pikiran pun akan menjadi rileks. Inilah resep sederhana yang sering kita lupakan,” tambah Ustadz Margito.
Kajian berlangsung tertib dan khidmat. Melalui kegiatan rutin tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami ajaran Islam, memperkuat keimanan, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan spiritual dan sosial masyarakat.
Ustadz Margito berharap Masjid Al-Hidayah Trowono B terus berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat. Ia juga mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga keimanan hingga akhir hayat.
Semoga setiap langkah menghadiri majelis ilmu menjadi amal saleh yang diridai Allah SWT.

Redaktur: Mawan

