
🌐 WARTA-JOGJA.COM, WARTA-JOGJA.COM – Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan komitmennya untuk menggandeng pelaku swasta dalam pengelolaan sampah di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat mendampingi Sultan HB X dalam peninjauan langsung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani.
“Sampah ini selama ini dikelola oleh pelaku-pelaku swasta yang berjalan sendiri-sendiri. Ke depan, saya akan koordinir supaya sampah di Sleman bisa dikelola secara terpadu dengan melibatkan pelaku swasta. InsyaAllah TPS yang ada di Sleman akan tetap bermanfaat dan operasional,” ungkap Harda Kiswaya, kepada awak media di TPST Tamanmartani, Selasa (21/10/2025).
Menurut Harda, langkah ini merupakan bagian dari upaya Sleman bergabung dengan program pengelolaan sampah terpusat yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DIY di Piyungan, melalui pendanaan dari pemerintah pusat.
“Kalau kita bergabung, semuanya akan terpusat di Piyungan. Untuk investasi yang sudah dilakukan daerah, nanti akan dikonsultasikan dengan BPKP dan BPK agar aset yang ada tidak menjadi pemborosan,” jelasnya.
Saat disinggung rencana penggunaan lahan 5 ribu hektar di Sleman untuk pengelolaan sampah yang sebelumnya sempat direncanakan, Harda memastikan rencana tersebut tidak dilanjutkan.
“Rencananya sudah pelan-pelan dihentikan, karena sekarang sudah di bawah provinsi. Jadi tinggal bagaimana provinsi mengelola dan mengecilkan skala pengelolaan,” ungkapnya.
Harda juga menyadari masih banyak pekerjaan rumah terkait pengelolaan sampah di Sleman.
“Masih ada PR, karena selama ini pelaku swasta belum terkoordinir dengan baik. Nantinya kita akan manfaatkan potensi ini agar pengelolaan sampah di Sleman bisa lebih mantap dan efisien,” pungkasnya.

🟢 PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN







