
KULON PROGO, DIY || WARTA-JOGJA.COM – KUA Kapanewon Pengasih melalui program Pusat Pelayanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah) terus bergerak ke tingkat dusun demi memperkuat fondasi rumah tangga masyarakat. Kali ini, berkolaborasi dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pertemuan kelompok digelar di kediaman Ibu Supriyati, RT 022, Dusun Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, pada Kamis (18/06/26) pagi.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini, Pendamping PKH, Octavina Dhita Damastuti, S.Pd., serta Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., dan Mukhyidin, S.Kom.
Dalam sesi pendampingan, Octavina Dhita Damastuti mengajak para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk lebih jeli melihat potensi di sekitar tempat tinggal. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif untuk menanam berbagai jenis sayuran.
“Menanam sayur sendiri di pekarangan itu langkah kecil yang dampaknya luar biasa. Selain menjamin ketahanan pangan keluarga karena yang dikonsumsi lebih sehat, hal ini juga sangat efektif untuk menekan pengeluaran belanja harian ibu-ibu sekalian. Uang belanja yang hemat bisa dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya,” ujar Octavina memotivasi warga.
Melengkapi edukasi praktis tersebut, aspek spiritualitas warga disentuh oleh tim Penyuluh Agama KUA Pengasih. Musodiqin dan Mukhyidin secara bergantian mengulas tentang keutamaan menyambut Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.
Dalam penjelasannya, tim penyuluh memaparkan benang merah sejarah besar Islam, mulai dari diselamatkannya Nabi Musa AS dan kaumnya dari cengkeraman Fir’aun, hingga anjuran kuat dari Rasulullah SAW untuk menghidupkan hari tersebut dengan ibadah puasa.
“Momentum Asyura ini adalah kesempatan emas bagi kita semua. Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Imam Muslim dengan tegas bersabda, ‘Saya berharap kepada Allah bahwa puasa hari Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.’ Mari kita manfaatkan waktu ini untuk membersihkan jiwa dan memperbanyak amal shalih,” ajak tim penyuluh di hadapan para jamaah dan anggota PKH.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, menyampaikan tanggapan positifnya terkait jalannya program sinergis di Dusun Kroco ini. Melalui pesan singkatnya, beliau menekankan bahwa esensi dari ketahanan keluarga adalah keseimbangan antara ikhtiar lahiriah dan batiniah.
“Kami sangat mengapresiasi keterpaduan program Pusaka Sakinah dan PKH di Sendangsari ini. Ini adalah wujud nyata membangun ketahanan keluarga yang seimbang. Mengajak warga menanam sayur di pekarangan adalah ikhtiar lahiriah untuk kemandirian ekonomi dan pangan. Sementara, membekali mereka dengan pemahaman ibadah seperti Puasa Asyura adalah ikhtiar batiniah demi meraih keberkahan hidup. Rumah tangga yang mandiri secara pangan dan kaya secara spiritual adalah modal utama melahirkan generasi yang berkualitas.”
Pertemuan kelompok terpadu ini berlangsung dengan gayeng dan dinamis, di mana para peserta berkomitmen untuk mulai menata pekarangan rumah mereka sekaligus bersiap menyambut puasa sunnah Asyura di bulan Muharram ini.(myid)
🔴 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan






