
BANTUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Kegiatan mengaji yang selama ini identik dengan rutinitas tradisi keagamaan, kini menjadi media strategis pembentukan karakter religius siswa di SD Negeri 2 Wojo melalui sinergitas Program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an SDN 2 Wojo dengan KUA Sewon didukung Mahasiswa PPL BKI UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan dihelat di Druwo, Bangunharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Rabu (24/9/2025).
Dalam upaya menumbuhkan kebiasaan positif dan memperkuat karakter religius siswa, Kepala Sekolah SDN 2 Wojo, Angling Indri Asmoro, S.Pd, memberikan motivasi langsung kepada seluruh siswa kelas 5 untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an, tidak hanya saat di sekolah, tetapi juga di dengan mengikuti TPQ/TPA ( taman baca Al-Qur’an) di rumahnya masing-masing .
“Kami tidak ingin ngaji hanya menjadi rutinitas di sekolah saja. Anak-anak perlu melanjutkannya di rumah, salah satunya dengan mengikuti kegiatan di TPQ (Taman pendidikan Al-Qur’an atau TPA di lingkungan mereka. Ini penting untuk pembentukan akhlak dan pembiasaan ibadah sejak dini,” ujar Angling saat ditemui Redaksi.
Angling menambahkan kegiatan ini berjalan berkat Kolaborasi dengan penyuluh KUA Sewon sangat membantu dalam hal ini. Maka, kami dukungan dari orang tua sangat dibutuhkan dalam proses ini.
Senada dengan itu, Ngaji itu tidak hanya tradisi turun-temurun, tapi gerakan pendidikan untuk membangun generasi Qur’ani sejak dini. Dengan metode pendekatan pembiasaan _(habit learning),_ anak-anak bukan tidak hanya mampu baca tulis Al-Qur’an saja, tapi juga jadi calon pemimpin berkarakter religius. Rustam Nawawi, S.Pd.I., M.Pd, Koordinator Program BTQ KUA Sewon.

🔴 PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN






