
BANTUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Secara serentak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kabupaten Bantul, mengerjakan fisik program padat karya infrastruktur di 195 lokasi, Selasa(18/02/2025).
Dikatakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul Istirul Widilastuti, program tahunan yang berupa kegiatan padat karya merupakan upaya membantu masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sementara dengan menyasar masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan sehingga melalui program padat karya ini mereka bisa beradikarya berperan serta membangun melalui kegiatan ini dengan menyasar sebuah wilayah dengan jumlah warga miskin atau penganggurannya banyak.
Tirul menambahkan, bahwa program padat karya ini setiap lokasi melibatkan sebanyak 26 orang atau pekerja. Setiap pekerja mendapatkan honor harian selama 21 hari kerja. Upah pekerja Rp 90.000 untuk ketua kelompok, Rp 80.000 untuk tukang dan honor untuk pekerja per hari adalah Rp70.000 .

“Selain itu, sasaran padat karya adalah infrastruktur yang memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat untuk menunjang mobilitas warga sehingga dapat meningkatkan ekonomi warga,” jelasnya, Selasa (18/02/2025).
Tahun ini padat karya dari APBD sebanyak 195 lokasi, dengan tiap lokasi dianggarkan Rp 100 juta. Ia berharap padat karya ini bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Bagi petugas lapangan diharapkan wajib aktif dalam melakukan komunikasi maupun koordinasi dengan ketua kelompok untuk memastikan pekerjaan fisik betul-betul sesuai arahan dan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Dinas,
“Komunikasi maupun koordinasi sangatlah diperlukan untuk mengetahui pekerjaan fisik sesuai spesifikasi yang sudah ditetapkan Dinas, sehingga sesuai dengan tahapan pekerjaan selama 21 hari dimulai sejak tanggal 18 Februari sampai 13 Maret 2025,” terangnya.
Awak media mengkonfirmasi kepada salah satu kelompok pekerja bernama Kelik, menyampikan membenarkan bahwa intruksi dari Disnakertrans Kabupaten Bantul, untuk pelaksanan di mulai secara serentak hari ini Selasa (18/02/2025), sedangkan petunjuk teknis pelaksanaan juga sudah disampaikan.
Berhubung pekerjaan pada kelompok kami Pedukuhan Gemahan RT 05, Kelurahan Ringinharjo, merupakan cor blok jalan,
“Jadi kami mengikuti aturan dalam melaksanakan pekerjaan, sedangkan untuk campuran 1:2:3, hal tersebut untuk bisa menghasilkan kualitas yang baik, sehingga kedepannya corblok jalan lebih awet,” katanya.

Dengan adanya program padat karya ini selain mewujudkan pembangunan di lingkup dusun, juga bisa menjadi lapangan pekerjaan bagi warga kami meskipun hanya bersifat sementara. hal tersebut tentunya juga dapat meningkatkan perekonomian.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja dan Transmigrasi Bantul, Rumiyati mengatakan, proses sosialisasi padat karya sudah selesai dilaksanakan kepada warga di 195 lokasi yang menjadi sasaran program padat karya.
Setelah selesai sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan distribusi material yang dimulai sejak awal bulan ini dan selesai pada 15 Februari kemarin.
Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses distribusi material padat karya. Dari laporan yang masuk sudah banyak lokasi padat karya yang droping material selesai 100 persen untuk itu pada hari ini dilaksanakan serentak untuk pelaksanaan.
Rumi, Sapaan akrabnya mengatakan, proses distribusi material merupakan tahapan sangat penting. Karena itu pihaknya meminta kepada semua petugas lapangan untuk memastikan semua material padat karya diterima sesuai dengan jenis pekerjaan di tiap lokasi sasaran, jenis pekerjaan tersebut di antaranya adalah pembangunan cor blok, drainase, talud, dan pekerjaan infrastruktur pedesaan lainnya.
Ia meminta kepada semua kelompok padat karya di tiap lokasi agar mematuhi aturan. Meski telah menerima material 100 persen agar pengerjaan padat karya tetap dilakukan serentak pada hari ini.
(Red/ Ananta – Redaktur/ Bantul)












