
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Fenomena kejahatan jalanan yang dikenal dengan istilah klitih terus menjadi perhatian masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama di Kabupaten Sleman. Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Heru Saptono, munculnya klitih terkait dengan bonus demografi yang terjadi lebih cepat di Sleman dibanding daerah lain di Indonesia.
“Fenomena klitih yang ada di Sleman ini semakin marak dan itu merupakan efek dari bonus demografi. Kalau Indonesia Emas terjadi pada tahun 2045, jumlah usia produktif kisaran 70 persen. Namun menurut informasi dari BPS, Sleman lebih awal bonus demografinya akan terjadi pada 2035,” ujar Heru, Selasa 28 Oktober 2025, dalam jumpa persnya yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Heru juga menjelaskan, bonus demografi memiliki dua efek. Jika tersedia lapangan kerja yang memadai bagi penduduk usia produktif, akan terjadi kemakmuran. Namun, jika kesempatan kerja terbatas, angka kriminalitas cenderung meningkat.
“Dan itu sudah dirasakan di DIY maupun di Sleman. Dugaan saya, karena bonus demografi ini lebih cepat terjadi di Sleman, kita memang harus siap menggarap penduduk usia produktif untuk menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya.
Karena itulah, Dispora Sleman bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk BPO, melakukan pelatihan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu. Pelatihan ini mencakup digitalisasi pemasaran, pemberian sarana seperti laptop, hingga pendampingan agar peserta bisa langsung memasarkan produk secara daring.
“Harapannya ke depan mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan minimal mandiri secara finansial. Pemuda yang tangguh memang harus mandiri secara finansial,” tuturnya.

Adapun fenomena klitih di DIY tercatat sejak awal 2025. Jogja Police Watch (JPW) memberikan laporannya kepada awak media, dimana ada sejumlah aksi kekerasan jalanan yang sebagian besar melibatkan remaja terjadi di berbagai wilayah, termasuk Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta. Korban mengalami luka akibat sabetan ikat pinggang dan senjata tajam.
Berikut peristiwa Klitih di Sleman diantaranya:
– Bulan Februari 2025 di Dusun Kradenan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok.
– Bulan Maret 2025 di Jalan Siliwangi, Selokan Mataram, Trihanggi, Gamping; dan Jalan Kepitu, Turi.
– Bulan Mei 2025 di Padukuhan Kuton, Tegaltirto, Berbah.
– Bulan Juni 2025 di sekitar Terminal Condongcatur, Depok.
Terakhir, pada pertengahan Juli 2025, aksi klitih masih terjadi, seperti pada seorang remaja asal Srimulyo, Piyungan, Bantul, yang mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di Jalan Piyungan – Prambanan, Wanujoyo, Srimartani, Piyungan.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








