
WARTA – JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Langkah nyata penguatan layanan kemanusiaan kembali digulirkan di Kabupaten Gunungkidul. Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Siti Hediati Soeharto, S.E., secara resmi menyerahkan bantuan berupa 2 unit kendaraan ambulans kepada jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul. Penyerahan simbolis ini berlangsung di kantor PMI Gunungkidul pada Sabtu, 9 Mei 2026, sebagai manifestasi kolaborasi strategis antara unsur pemerintah, pelaku dunia usaha, dan lembaga kemanusiaan, guna menjawab tantangan geografis wilayah yang memiliki kontur alam cukup menantang.
Turut hadir menyaksikan momen penting tersebut Bupati Gunungkidul selaku Pelindung PMI Kabupaten Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, Wakil Bupati sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI Gunungkidul, Joko Parwoto, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, serta pimpinan cabang dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Wonosari dan PT Pegadaian Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Gunungkidul menyampaikan apresiasi yang mendalam atas realisasi bantuan tersebut. Ia menilai dukungan ini sangat strategis mengingat wilayah kerja PMI Gunungkidul mencakup sekitar 46% dari total luas Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan karakteristik wilayah yang beragam dan adanya keterbatasan aksesibilitas di sejumlah titik pelosok, ketersediaan sarana transportasi darurat menjadi faktor penentu vital dalam menjamin pertolongan yang cepat dan merata bagi masyarakat.
“Selama ini PMI Gunungkidul terus berupaya memberikan layanan terbaik mulai dari ambulans, pertolongan pertama, penanggulangan bencana, hingga donor darah. Namun kami menyadari masih ada keterbatasan sarana dan prasarana. Bantuan ini menjadi dorongan semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, seluruh armada yang diterima akan dikelola secara optimal, profesional, dan penuh tanggung jawab, semata-mata demi kepentingan pelayanan kemanusiaan dan keselamatan masyarakat Gunungkidul.
Siti Hediati Soeharto dalam amanatnya menekankan bahwa penyerahan ini bukan sekadar seremonial rutin, melainkan bukti nyata kepedulian kolektif terhadap urusan paling mendasar dalam kemanusiaan, yakni upaya menyelamatkan nyawa manusia.
“Ambulans bukan sekedar kendaraan, ia adalah harapan dan kecepatan pertolongan. Bantuan ini bukan hanya penambahan armada, tetapi bagian dari upaya kita bersama agar layanan darurat bisa semakin cepat, semakin luas menjangkau masyarakat, dan benar-benar hadir ketika dibutuhkan,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul serta Joko Parwoto atas konsistensi dan peran aktifnya dalam mendorong serta mendukung berbagai program kerja dan kegiatan PMI di daerah tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Siti Hediati juga memberikan apresiasi khusus kepada PT Pegadaian dan BRI yang telah menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) berupa bantuan kendaraan ini. Menurutnya, hal ini menjadi contoh konkret bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial tidak hanya bersumber dari pemerintah, namun juga tumbuh subur dari partisipasi dunia usaha. Mengingat karakter geografis Gunungkidul yang luas dan medan yang sulit dilalui, ia berpesan agar armada tersebut senantiasa dijaga kesiapan operasionalnya serta dikelola secara profesional agar mampu menjangkau wilayah-wilayah yang paling membutuhkan pertolongan.
“Ukuran keberhasilan bantuan ini bukan saat diserahkan hari ini, tetapi seberapa banyak masyarakat yang terbantu setelahnya. Saya mengajak kita semua memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi seperti inilah yang akan mempercepat layanan dan memperluas manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.








