YOGYAKARTA, WARTA-JOGJA.COM – Seniman sekaligus pendiri Teater Gandrik, Susilo Nugroho, yang dikenal luas masyarakat melalui peran ikonik sebagai Den Baguse Ngarso dalam serial Mbangun Deso TVRI Yogyakarta, meninggal dunia pada Senin (21/9/2026) di kediamannya, kawasan Mantrirejon, Yogyakarta. Kabar kepergian almarhum disampaikan rekan sesama seniman, Agus Noor, serta akun resmi Teater Gandrik dan Humas Jogja, memicu duka mendalam segenap pecinta seni dan budaya Yogyakarta. Selama puluhan tahun, Susilo Nugroho mengabdikan diri di panggung teater, ketoprak, seni lawak, sinetron, hingga layar lebar, meninggalkan karya yang abadi dan karakter yang tak terhapus dari ingatan masyarakat. Pemerintah Daerah DIY turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
Kabar Duka yang Datang Mendadak
Kabar kepergian Susilo Nugroho pertama kali tersebar melalui unggahan akun media sosial rekan seniman, Agus Noor, serta akun resmi Teater Gandrik. Kepergiannya terasa begitu mendadak; sesaat sebelum berpulang, almarhum masih terlihat bercanda dalam grup percakapan bersama rekan-rekan Teater Gandrik, bahkan rencana pertunjukan dan naskah baru sedang disiapkan.
Agus Noor menyampaikan perasaan yang belum dapat ia rangkai sepenuhnya atas kehilangan rekan sekaligus sahabatnya tersebut.
“Di Grup WA Teater Gandrik, masih sempat bercanda. Ada rencana Teater Gandrik pingin manggung, dan saya sedang proses menulis lakon Misteri Biduan Gaib, lakon di mana Susilo akan menjadi tokoh utama dalam lakon itu,” tulis Agus Noor pada Senin, 21 September 2026.
“Saya masih tak percaya mendengar kabar duka ini. Perasaan masih campur aduk karena sungguh terkejut. Belum bisa menulis banyak tentangnya. Doa terbaik buat almarhum Mas Sus. Sugeng tindak. Swargi langgeng,” tambahnya.
Jejak Karya: dari Panggung Gandrik hingga Layar Kaca
Susilo Nugroho tidak hanya dikenal sebagai pendiri dan aktor utama Teater Gandrik, salah satu kelompok teater paling berpengaruh di Yogyakarta. Namanya melekat erat di benak masyarakat luas melalui peran sebagai Den Baguse Ngarso dalam serial Mbangun Deso yang ditayangkan TVRI Yogyakarta. Karakter tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari ingatan warga Yogyakarta, menyampaikan pesan-pesan kehidupan, kebijaksanaan, dan kearifan lokal melalui dialog yang sederhana namun bermakna mendalam.
Selain panggung teater dan layar kaca, Susilo Nugroho juga memperkaya perfilman nasional. Namanya tercantum dalam deretan pemain film-film yang mendapat sambutan hangat, antara lain:
– Preman In Love
– Ipar Adalah Maut
– Sah! Katanya…
– Lemantun
Berbagai peran yang ia perankan membuktikan keleluasaannya melintasi berbagai genre, menjadikannya salah satu seniman serba bisa yang dimiliki Yogyakarta.
Warisan yang Tetap Hidup
Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian tokoh seni kebanggaan masyarakat ini. Selama puluhan tahun, Susilo Nugroho mewarnai perjalanan seni pertunjukan Yogyakarta melalui teater, ketoprak, seni lawak, sinetron, hingga berbagai panggung seni lainnya. Karya-karyanya tidak sekadar menghibur, melainkan juga menanamkan nilai-nilai luhur budaya yang menjadi identitas masyarakat Yogyakarta.
Kini, sosok Den Baguse Ngarso mungkin telah berpulang, namun jejak, karya, dan dedikasi Susilo Nugroho untuk seni dan budaya Yogyakarta akan terus dikenang dan diwariskan. Teriring doa, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan.
Selamat jalan, Susilo Nugroho. Terima kasih atas karya dan pengabdianmu.(*)


