GUNUNGKIDUL, DIY, WARTA-JOGJA.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Pencarian dan Pertolongan di Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, pada Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Panewu Anom Girisubo, Hari Susanto, S.T., M.Eng., sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan dan ketanggapan warga menghadapi risiko kecelakaan laut maupun kondisi darurat lain di kawasan pesisir selatan yang berpusat pada daya tarik karst Pantai Wediombo. Program ini menargetkan relawan, pelaku pariwisata, nelayan, dan warga pesisir agar mampu bertindak cepat dan tepat sebelum tim SAR gabungan tiba di lokasi kejadian.
Potensi Wisata dan Risiko yang Mengiringi
Dalam sambutannya, Hari Susanto menegaskan bahwa Kapanewon Girisubo memiliki bentang alam pesisir selatan yang sangat potensial, sekaligus menjadi destinasi unggulan dan sentra pemancingan laut yang dikunjungi banyak orang. Namun keindahan tersebut menyertai risiko yang tidak boleh diabaikan.
“Kapanewon Girisubo memiliki bentang alam pesisir pantai selatan yang sangat potensial. Namun, di balik potensi tersebut, wilayah kita juga memiliki risiko kecelakaan laut dan kondisi darurat lainnya yang tidak bisa kita abaikan,” ujar Hari Susanto di hadapan para peserta, Kasi Basarnas DIY, jajaran instruktur Basarnas, unsur Forkopimkap (Kapolsek dan Danposmil), Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah 1, serta Lurah Jepitu beserta perangkat kalurahan.
Kawasan karst Wediombo yang menjadi andalan wisata memiliki karakteristik medan dan kondisi laut yang dinamis. Hal ini menuntut kewaspadaan serta kemampuan bertindak yang memadai dari masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi setiap kali terjadi hal yang tidak diinginkan.

Masyarakat sebagai Garda Terdepan Pertolongan
Panewu Anom Girisubo menekankan bahwa warga setempat-relawan, pengelola destinasi, nelayan, dan masyarakat pesisir-adalah pihak pertama yang tiba di lokasi ketika terjadi musibah. Oleh karena itu, pembekalan keterampilan dasar pencarian dan pertolongan menjadi sangat krusial agar pertolongan pertama dapat diberikan secara aman, tepat, dan tidak memperburuk keadaan sebelum tim profesional tiba.
“Oleh karena itu, pembekalan ilmu mengenai teknik dasar pencarian dan pertolongan (SAR) menjadi sangat krusial agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan, ketanggapan, dan kemampuan bertindak dengan prosedur yang aman sebelum bantuan dari tim SAR gabungan tiba,” tegasnya.
Pemilihan Kalurahan Jepitu sebagai lokasi sasaran program pemberdayaan masyarakat tahun anggaran 2026 dinilai sangat tepat dan strategis, mengingat kepadatan kunjungan wisatawan serta aktivitas nelayan yang tinggi di sepanjang pesisir wilayah ini.
Bekal Ilmu yang Menyelamatkan Nyawa
Hari Susanto meminta seluruh peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat di Girisubo untuk mengikuti kegiatan ini dengan keseriusan dan kedisiplinan penuh. Ilmu yang akan disampaikan langsung oleh instruktur profesional Basarnas bukan sekadar pengetahuan umum, melainkan bekal nyata yang kelak dapat menyelamatkan nyawa orang-orang terdekat maupun wisatawan yang berkunjung.
“Pengetahuan yang Saudara pelajari hari ini adalah bekal berharga yang kelak dapat menyelamatkan nyawa keluarga, tetangga, maupun wisatawan yang berkunjung ke wilayah kita,” pesan Hari.
Pemerintah Kapanewon Girisubo memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan bimbingan teknis ini. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan peningkatan kapasitas keselamatan yang nyata, berkelanjutan, serta terintegrasi di kawasan pesisir dan wilayah karst Pantai Wediombo.

Redaktur: Mawan

