WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – RSUD Wonosari meluncurkan Klinik SEKAR (Sentra Perawatan Luka Terpadu) di area Poliklinik Terpadu, Senin (19/10/2026), sebagai upaya memperkuat pelayanan perawatan luka diabetik akut maupun kronis sekaligus mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 rumah sakit tersebut. Klinik ini menyediakan layanan perawatan luka modern yang disesuaikan dengan kondisi pasien, disertai edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko komplikasi diabetes.
Peluncuran Klinik SEKAR menjadi momentum pengembangan layanan kesehatan RSUD Wonosari dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya penderita diabetes yang berisiko mengalami luka sulit sembuh. Melalui layanan terpadu ini, pasien diharapkan memperoleh penanganan yang lebih terarah, mulai dari pemeriksaan kondisi luka hingga perawatan berdasarkan kebutuhan medis masing-masing.
Direktur RSUD Wonosari, dr. Diah Prasetiyorini, M.Sc., menyampaikan bahwa peluncuran Klinik SEKAR merupakan bagian dari momentum hari jadi rumah sakit untuk terus mengembangkan layanan yang menjawab kebutuhan masyarakat. Kehadiran klinik ini diharapkan dapat meningkatkan akses pasien terhadap perawatan luka yang lebih terarah dan terpadu, dengan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Rangkaian peluncuran Klinik SEKAR turut diisi dengan mini talkshow kesehatan bertema “Luka Diabetes Tak Boleh Dianggap Sepele: Kenali dan Rawat dengan Tepat”. Kegiatan ini menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, dr. Khoirul Falah, Sp.PD., untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai risiko luka diabetes, gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya memperoleh penanganan medis sejak dini.
Dalam pemaparannya, dr. Khoirul Falah menjelaskan bahwa penderita diabetes memiliki risiko mengalami luka yang sulit sembuh akibat gangguan saraf dan sirkulasi darah. Kondisi tersebut dapat membuat pasien tidak menyadari munculnya luka, terutama pada kaki, sehingga penanganan kerap terlambat dilakukan.
“Luka yang terlihat kecil sekalipun tidak boleh dianggap sepele, terutama pada penderita diabetes,” menjadi pesan penting dalam edukasi tersebut.
Luka yang tidak mendapatkan penanganan secara tepat berpotensi mengalami infeksi dan berkembang menjadi komplikasi serius. Karena itu, masyarakat, terutama penderita diabetes dan keluarganya, perlu memahami bahwa luka kecil sekalipun membutuhkan perhatian apabila muncul pada pasien dengan kondisi tersebut.
dr. Khoirul Falah juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu luka membesar atau menimbulkan rasa sakit sebelum mencari pertolongan medis. Sejumlah tanda yang perlu diwaspadai meliputi kulit lecet, melepuh, pecah-pecah, perubahan warna kulit, kemerahan, pembengkakan, hingga luka bernanah atau mengeluarkan bau tidak sedap.
Gejala-gejala tersebut perlu mendapatkan perhatian karena gangguan saraf pada penderita diabetes dapat mengurangi kemampuan merasakan nyeri. Akibatnya, luka yang sebenarnya membutuhkan penanganan bisa tidak segera diketahui oleh pasien.
Penggunaan obat, bedak, minyak, maupun ramuan secara sembarangan pada luka juga sebaiknya dihindari. Penanganan harus disesuaikan dengan kondisi luka dan keadaan kesehatan pasien agar risiko infeksi maupun komplikasi dapat diminimalkan.
Selain memperoleh perawatan ketika luka muncul, penderita diabetes perlu melakukan upaya pencegahan secara konsisten. Pengendalian kadar gula darah dan pemeriksaan kaki secara rutin merupakan bagian penting untuk mengurangi risiko luka dan komplikasi yang dapat menyertainya.
Penderita diabetes dianjurkan memeriksa seluruh bagian kaki, termasuk telapak dan sela-sela jari, untuk mendeteksi perubahan kondisi kulit sejak dini. Penggunaan alas kaki yang nyaman serta kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan kaki.
Peran keluarga tidak kalah penting, terutama dalam membantu pasien lanjut usia maupun penderita diabetes yang memiliki keterbatasan penglihatan atau gerak. Pemeriksaan secara berkala oleh anggota keluarga dapat membantu menemukan luka atau perubahan kondisi kaki yang mungkin tidak disadari pasien.
Apabila ditemukan luka yang sulit sembuh, tanda-tanda infeksi, atau perubahan kondisi kaki yang mencurigakan, pasien dianjurkan segera mencari pertolongan tenaga kesehatan. Pemeriksaan lebih awal diperlukan agar kondisi luka dapat dinilai dan ditangani sesuai kebutuhan medis.

Sebagai layanan baru RSUD Wonosari, Klinik SEKAR menyediakan perawatan luka diabetik akut dan kronis menggunakan metode perawatan luka modern yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Kehadiran layanan ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh penanganan yang lebih terarah sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya perawatan luka secara tepat.
Pelayanan Klinik SEKAR dibuka setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, dengan dokter penanggung layanan yang tercantum dalam informasi klinik, yaitu dr. Khoirul Falah, Sp.PD.
Masyarakat yang membutuhkan layanan dapat melakukan pendaftaran melalui WhatsApp di nomor 0888-9994-444 atau datang langsung melalui Loket C RSUD Wonosari.
Bagi peserta BPJS Kesehatan, akses pelayanan dapat dilakukan melalui rujukan ke Klinik Spesialis Penyakit Dalam sesuai ketentuan yang berlaku. Calon pasien disarankan memastikan persyaratan rujukan dan prosedur pendaftaran kepada pihak rumah sakit sebelum menjalani pemeriksaan.
Melalui layanan tersebut, RSUD Wonosari mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan kaki, khususnya bagi penderita diabetes. Masyarakat juga diimbau tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan luka yang sulit sembuh atau tanda-tanda yang mengarah pada infeksi.
Peluncuran Klinik SEKAR menjadi salah satu langkah RSUD Wonosari dalam menyambut Hari Jadi ke-78 dengan semangat meningkatkan mutu pelayanan dan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Pengembangan layanan perawatan luka ini tidak hanya berorientasi pada penanganan luka yang telah terjadi, tetapi juga pada peningkatan pemahaman pasien mengenai faktor risiko, deteksi dini, dan pencegahan komplikasi. Edukasi kesehatan diharapkan dapat mendorong penderita diabetes untuk lebih aktif menjaga kondisi tubuh serta mengikuti pemeriksaan dan perawatan sesuai anjuran tenaga medis.
Dengan hadirnya Klinik SEKAR, RSUD Wonosari memperkuat upaya pelayanan kesehatan yang terarah dan terpadu bagi pasien dengan luka diabetik. Momentum hari jadi rumah sakit ini sekaligus menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penanganan luka diabetes memerlukan perhatian serius, perawatan yang tepat, dan tindak lanjut medis sesuai kondisi pasien.


