
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Ayo Berwirausaha gaes, bagi sahabat yang lagi jenuh sedang memikirkan mau usaha apa ya?, budidaya maggot bisa menjadi solusi karena merupakan bisnis yang menjanjikan.
Bagi Sahabat yang berprofesi sebagai peternak pasti kini tidak asing dengan hewan bernama maggot. Ayo kita intip pembinis satu ini yaitu Wawan Jimbung bsf bersama maggotnya.
Wawan Jimbung bsf Klaten, mendapati banyaknya perusahaan yang bingung untuk mengelola limbah pabrikan, maka tercetuslah ide untuk budidaya maggot.
“Saya sendiri mulai budidaya maggot pada tahun 2020, sewaktu bencana covid melanda, saya bisa bangkit karena budidaya maggot, artinya ini sangat menjanjikan omset sebulan kisaran 5-6 juta per bulan” ungkapnya, Selasa (04/02/2025).
Menurutnya, Jimbung bsf saat ini memiliki kapasitas panen 200 kg per minggu. Maggot hasil budidaya ini lebih murah untuk dijadikan pakan ternak seperti pakan ikan, bebek, dan pakan ayam,
“Harga pakan budidaya maggot disebut lebih murah dibandingkan biaya pakan ternak seperti pelet yang harganya cenderung terus naik,” ujarnya.
Pemanfaatan limbah ini sangat membantu para pelaku industri organik yang bingung cara mengelola limbahnya,
“Adanya informasi maggot ini sebagai pendorong, agar petani dan pelaku UMKM mau praktik langsung dan melihat bagaimana hasilnya terhadap keperluan bahan pakan yang selama ini menjadi ketergantungan dan membebani peternak,” pungkasnya.
Perlu diketahui Maggot atau dalam Bahasa Indonesianya disebut belatung ini adalah larva dari Lalat Black Soldier Fly (BSF). Lalat ini awalnya dikenal sebagai pengurai sampah organik karena sumber makanannya berasal sisa makanan segar hingga yang sudah tak layak dimakan.
(Red/ Adi/Jay – Redaktur/ Mawan)












