
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk meninjau kesiapan jalur fungsional di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, sebagai upaya mendukung kelancaran distribusi lalu lintas pada periode Libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, didampingi jajaran direksi mengatakan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, pemenuhan aspek keselamatan, dan memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang pengoperasian jalur fungsional.
“Jasa Marga berkomitmen mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode Lebaran 2026 melalui kesiapan jalur fungsional, baik dari sisi kondisi fisik jalan, fasilitas pendukung seperti CCTV, radar, dan traffic counting, maupun pengaturan lalu lintas. Kehadiran jalur ini diharapkan mampu mengurai kepadatan, mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, serta memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman dan efisien bagi pengguna jalan,” ujarnya, Jumat 23 Januari 2026.
Selain Rivan, turut hadir dalam tinjauan tersebut Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Pratama Adhyasastra, serta Direktur Utama Jasa Raharja M. Awaluddin.
Diketahui, ada dua jalur fungsional yang tengah dipersiapkan adalah Jalur Fungsional Jalan Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo segmen Prambanan – Purwomartani sepanjang 11,48 KM, serta Jalur Fungsional Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa – Bawen sepanjang 4,98 KM.
Rivan menjelaskan bahwa melalui anak usaha PT Jasamarga Jogja Solo, kesiapan jalur fungsional Solo-Yogyakarta – YIA Kulon Progo dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antara Kota Solo, Yogyakarta, dan sekitarnya, sekaligus memangkas waktu tempuh Klaten-Yogyakarta dari sekitar 45 menit menjadi sekitar 20 menit.
“Ruas tol ini juga mempermudah akses ke kawasan pariwisata strategis seperti Candi Prambanan,” katanya.
Sementara itu, lanjut Rivan, jalur fungsional Yogyakarta-Bawen Seksi 6 yang disiapkan oleh PT Jasamarga Jogja Bawen terhubung langsung dengan jaringan Jalan Tol Trans Jawa Ruas Semarang-Solo, sehingga strategis dalam mendukung distribusi arus mudik dan balik Lebaran.
“Jalur fungsional Ambawara-Bawen akan menjadi alternatif bagi pengguna jalan dari arah Jalan Tol Semarang-Solo yang keluar melalui Gerbang Tol Bawen yang menuju sejumlah wilayah tujuan mudik seperti Magelang dan Temanggung. Jalur fungsional ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini kerap terjadi di Exit Bawen pada periode Lebaran. Dengan tidak adanya persimpangan dan lampu lalu lintas di ruas tol,” terang Rivan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menambahkan bahwa kedua jalur fungsional tersebut diharapkan mampu memecah kepadatan arus mudik dan balik Lebaran di DIY dan Jawa Tengah.
Menurutnya, adanya ruas tol fungsional Yogyakarta-Bawen, tentunya bangkitan arus yang dari Jakarta dan Semarang menuju Solo dan Yogyakarta nanti bisa terpecah, sehingga skenario rekayasa lalu lintas menjadi lebih tepat, termasuk pemberlakuan one way atau _contraflow_ bila diperlukan.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan Jasa Marga dan para pemangku kepentingan terkait untuk menyiapkan pengaturan akses masuk dan keluar tol, termasuk di jalur fungsional Jalan Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo segmen Prambanan-Purwomartani. Dengan demikian, diharapkan saat Operasi Ketupat nanti arus lalu lintas dapat berjalan lancar dan terkendali,” kata Agus.
Senada, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan menyampaikan bahwa pengoperasian dua jalur fungsional ini menjadi bagian penting dalam mengantisipasi peningkatan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Ia meyakini, dengan seluruh persiapan pengoperasian jalur fungsional dilakukan dengan mengacu pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta mengutamakan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas.
“Secara historis, DIY dan Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan favorit di Pulau Jawa. Jadi dengan rencana jalur fungsional Ambarawa-Bawen, ini sangat membantu, terutama untuk masyarakat yang menuju Temanggung dan Magelang. Tentu dengan pemberlakuan fungsional ini akan mendukung kelancaran sehingga hari ini kami memastikan bahwa sarana prasarananya sudah siap, terutama yang termasuk dalam unsur keselamatan,” tandas Aan.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












