WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY) bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah DIY dan IAD Daerah Gunungkidul menyalurkan 50 tangki air bersih untuk membantu warga terdampak kemarau panjang di Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (23/10/2026). Bantuan tersebut didistribusikan masing-masing 25 tangki untuk Kalurahan Balong dan 25 tangki untuk Kalurahan Songbanyu sebagai wujud kepedulian sosial dan penguatan semangat gotong royong.
Penyerahan bantuan secara simbolis dipusatkan di Kalurahan Balong. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara jajaran kejaksaan, organisasi pendamping keluarga Adhyaksa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan yang menyebabkan kebutuhan air bersih semakin mendesak.
Ketua IAD Wilayah DIY, Nyonya Tri Kuncoro, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian institusinya terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

Ia menegaskan, sinergi antara IAD Wilayah DIY dan IAD Daerah Gunungkidul dilandasi semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian dan ungkapan kebersamaan. Melalui semangat gotong royong ini, kami berharap bantuan air bersih yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata dan sedikit banyak membantu masyarakat melewati masa krisis air ini,” tegas Nyonya Tri Kuncoro.
Menurutnya, penyaluran air bersih diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi kemarau berkepanjangan.

Bupati Gunungkidul Apresiasi Semangat Gotong Royong
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kejati DIY bersama IAD Wilayah DIY dan IAD Daerah Gunungkidul dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Ia menilai, bantuan air bersih tidak sekadar berupa dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mencerminkan empati, kepedulian, dan kebersamaan dalam menghadapi persoalan bersama.
Merujuk pada gagasan Bung Karno dalam risalah Mencapai Indonesia Merdeka (1933), Endah menegaskan bahwa gotong royong merupakan salah satu nilai mendasar yang membentuk karakter manusia dan kehidupan masyarakat Indonesia.
“Sebagaimana gagasan Bung Karno, kegiatan dropping air bersih hari ini membuktikan bahwa benih gotong royong itu terus hidup. Di tengah ujian kemarau panjang, terlihat indahnya ketulusan hati kita semua untuk saling berbagi di berbagai keadaan. Kepedulian ini menjadi dorongan dan semangat yang luar biasa untuk warga kami. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini dan manfaatkan bantuan air bersih yang diberikan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Endah.
Penyaluran 50 tangki air bersih untuk Kalurahan Balong dan Songbanyu tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat selama kemarau. Kolaborasi antara Kejati DIY, IAD, dan pemerintah daerah sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam merespons persoalan sosial yang berdampak langsung pada kehidupan warga.
Bakti sosial ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong perlu terus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih.

Redaktur: Mawan

